Tak Ada ‘Kamar Mewah’ di Lapas Bengkalis

252
Lapas, ilustrasi -Dok: CDN
BENGKALIS – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis, Riau, memastikan tidak ada ‘kamar mewah’ dan perlakuan khusus kepada napi koruptor, karena diperlakukan sama dengan warga binaan lainnya.
“Ada sekitar 22 napi yang terlibat kasus tindak pidana korupsi (tipikor) di Lapas Bengkalis ini, 20 orang laki-laki dan dua perempuan. Tidak ada keistimewaan dan fasiliatas mewah di setiap sel tahanan,” ujar Kalapas Bengkalis, Agus Pratiatno, Selasa (24/7/2018).
Dikatakannya, menindaklanjuti surat edaran Dirjen Pemasyarakatan, 22 Juli 2018, telah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh sel tahanan pada Senin, 23 Juli 2018.
“Untuk napi yang terlibat kasus tindak pidana korupsi terpisah, ada lima blok A, B, C, D untuk laki-laki dan blok wanita D1, D2, D3, isi tujuh orang, saat sidak semalam tidak ditemukan barang-barang terlarang seperti handphone, narkoba dan uang. Hanya ditemukan gunting, pisau cukur korek api, sendok, gelas, termos air,” kata Kalapas.
Dijelaskannya lagi, dari 22 napi kasus korupsi tersebut, terdapat sejumlah mantan anggota DPRD Bengkalis yang terlibat penyelewengan dana bansos/ hibah Pemkab Bengkalis 2012.
“Dari 22 napi tersebut, dua di antaranya mantan Ketua DPRD Bengkalis Heru Wahyudi dan Jamal Abdilah yang sudah dijatuhi vonis hukuman oleh Pengadilan Tipikor Pekanbaru,” katanya.
Ditambahkannya, saat ini jumlah warga binaan di Lapas Bengkalis sekitar 1.476 orang. Mereka diperlakukan sama dengan napi koruptor.
“Kalau jam beribadah, mereka beribadah, jam besuk semuanya diberikan waktu yang sama dan ketentuan ini sudah kita terapkan sejak dulu dan tidak ada perbedaaan khusus,” ujar Agus. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...