Taman Lapangan Banteng Kembali Difungsikan

Editor: Makmun Hidayat

309

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembalikan fungsi kawasan Lapangan Banteng yang termasuk dalam cagar budaya dengan melaksanakan penataan ulang kawasan tersebut.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lapangan Banteng, merupakan lapangan yang bersejarah.

“Alhamdulillah proses perancangan ini telah berjalan dengan baik dan kita sama-sama pada malam hari ini menyaksikan Lapangan Banteng sebagai lapangan yang bersejarah, kembali ditata,” ujar Anies di Peresmian Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Anies mengaku sangat bersyukur proses penataan kembali lapangan banteng yang dia sebut penuh sejarah ini dapat berjalan dengan baik.

“Kita tahu lapangan ini memiliki sejarah yang panjang. Mulai dari 1632 masih disebut lapangan paviliun, lalu sesudah perang Napoleon, Jerman Inggris jadi Lapangan Singa. Kemudian menjadi Lapangan Banteng,” ujarnya.

Kemudian mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyampaikan keinginannya agar Lapangan bisa dimanfaatkan oleh warga. Salah satunya sebagai tempat interaksi warga yang baru selesai ditata.

“Harapannya tak hanya mempesona karena rancangannya baik. Yang lebih penting memungkinkan warga berinteraksi bersama. Kegiatan-kegiatan seperti olahraga, kegiatan seni, budaya, semuanya akan bisa dilakukan ditempat ini,” tuturnya.

Anies berharap lapangan banteng bukan hanya sekedar mempesona tetapi juga dapat membuat warga berinteraksi bersama-sama.

“Harapannya tempat ini bukan sekedar tempat yang mempesona karena rancangannya baik. Yang lebih penting lagi adalah rancangannya memungkinkan warga berinteraksi bersama-sama di arena ini,” katanya.

Selaim itu Anies ingin taman lapangan Banteng kembali menjadi salah satu ikon utama di Jakarta karena nilai sejarahnya yang tinggi.

“Ditempat ini merupakan simbol dari sebuah perjuangan. Kita berharap perjuangan yang pernah ditorehkan anak-anak muda dizamannya bisa kita teruskan,” ucap Anies.

Orang nomor satu di DKI Jakarta mengapresiasi kepada semua pihak yang sudah mengerjakan penataan kembali lapangan banteng.

“Saya sekali lagi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah bekerja dan mengibahkan waktu, pikiran, tenaga untuk menghasilkan Lapangan Banteng yang hari ini menjadi salah satu kebanggaan bagi warga Jakarta dan semoga menjadi kebanggaan bagi Bangsa Indonesia,” tutur Anies.

Monumen Pembebasan Irian Barat

Di Taman ini terdapat Monumen Pembebasan Irian Barat dan bangunan amphiteater yang menyuguhkan ukiran kata-kata bersejarah sepanjang dinding.

“Ada sebuah kalimat yang dipertahankan di sana, kalimat yang diucapkan oleh Zainal Abidin Syah, Gubernur Irian Barat pada 10 November Tahun 1956,” kata Anies.

Di sana dikatakan bahwa kita semuanya mengetahui kemerdekaan tanah air belum sempurna ketika Irian Barat sebagain wilayah tanah air masih berada di penjajahan, di sana masih menetap penjajah liberalisme Belanda. Sehingga sebagian dari bangsa-bangsa kita di sana masih berada dalam rantai belenggu penjajah.

Diketahui lapangan ini memiliki sejarah yang panjang, mulai dari sekitar 1632 M, saat itu masih di sebut sebagai Lapangan Paviliun. Lalu sesudah perang Napoleon Jerman – Inggris menjadi Lapangan Singa lalu sesudah Kemerdekaan menjadi Lapangan Banteng. Bahkan sempat dijadikan terminal bus rute Priuk , Blok M dan Senen.

Revitalisasi Lapangan Banteng yang setelah satu tahun pengerjaan yang dimulai sejak April 2017 lalu telah selesai. Lapangan yang juga menjadi tempat berdirinya monumen pembebasan Irian Barat tersebut, kini bisa dinikmati oleh warga sebagai tempat rekreasi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkesempatan meresmikan Lapangan Banteng yang gagasan revitalisasinya atas inisiatif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kala itu menjabat sabagai Gubernur menggantikan Joko Widodo yang melenggang ke istana.

Untuk diketahui, proposal Desain Revitalisasi Lapangan Banteng telah melewati proses panjang dalam berbagai sidang di Tim Sidang Pemugaran (TSP) Pemprov DKI Jakarta dengan Arsitek Penanggung Jawab Sidang TSP yaitu Ir. Yori Antar yang berusaha mengembalikan sumbu tegas Timur–Barat Monumen yang dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban.

Dengan perkuatan kembali sumbu tersebut, diharapkan dapat menghidupkan lagi kegiatan protokoler yang dapat dilakukan di Lapangan Banteng, seperti upacara dan pawai kenegaraan, pertunjukkan kesenian dan kebudayaan, serta pesta rakyat.

Baca Juga
Lihat juga...