Tekankan Aspek Keselamatan, Ojek Perahu Untungkan Nelayan

Editor: Satmoko Budi Santoso

281

LAMPUNG – Terbukanya peluang ekonomi keberadaan objek wisata bahari ikut memberi keuntungan bagi sejumlah nelayan pesisir timur Lampung Selatan.

Solihin, salah satu nelayan di desa Totoharjo kecamatan Bakauheni menyebut profesi pokok dirinya sebagai nelayan tangkap. Meski demikian saat hari libur akhir pekan,libur nasional,tahun baru dan libur panjang sekolah dirinya memilih menyediakan ojek perahu.

Jasa ojek perahu di pantai Belebuk desa Totoharjo diakui Solihin mulai ramai digunakan wisatawan sejak satu tahun terakhir.

Solihin,salah satu nelayan yang beralih profesi menjadi penyedia ojek perahu saat liburan [Foto: Henk Widi]
Pasalnya sejumlah nelayan setempat dilibatkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau sebagai moda transportasi bagi wisatawan. Moda transportasi tersebut diakuinya digunakan untuk mengunjungi pulau Sekepol, pulau Mengkudu dan Batu Lapis.

“Nelayan umumnya melaut pada malam hari sementara wisatawan datang sejak pagi hingga sore sehingga ojek perahu bisa disediakan oleh nelayan,” terang Solihin salah satu nelayan di desa Totoharjo saat ditemui Cendana News, Minggu (15/7/2018)

Sebanyak puluhan nelayan di pantai Belebug disebut Solihin bahkan mulai melakukan pembenahan. Pembenahan perahu menjadi lebih artistik dilakukan dengan mengecat ulang menggunakan warna cerah dan menarik.

Selain itu penambahan fasilitas keselamatan berupa jaket pelampung disediakan oleh Pokdarwis. Pengelolaan bagi hasil dengan Pokdarwis disebut Solihin menjadi keuntungan timbal balik bagi nelayan dari keberadaan wisatawan ke pantai Belebuk.

Jasa ojek perahu diakuinya kerap lebih menguntungkan dibandingkan mencari ikan di laut terutama ketika musim terang bulan. Menjadi penyedia jasa ojek perahu dengan tarif menyeberang sebesar Rp15.000 hingga Rp25.000 perorang dirinya bisa mengantar hingga maksimal 50 orang perhari.

Rahmad Hariyadi,Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi Dinas Pariwisata provinsi Lampung [Foto: Henk Widi]
Hasil sekitar Rp750ribu dari ojek perahu sebagian disetor ke Pokdarwis sebagai uang kas dan penyewaan alat keselamatan.

Spot yang bisa dipilih diakuinya berupa lokasi untuk berenang,menikmati pasir putih,menyelam dengan sistem snorkeling (selam permukaan) atau skin diving (selam dangkal). Lokasi tersebut bisa ditemukan di pulau Sekepol dan pulau Mengkudu dalam kondisi air laut yang jernih.

Meski potensi tersebut ada namun belum adanya peralatan memadai membuat wisatawan masih hanya mempergunakan peralatan seadanya.

Selain ojek perahu untuk mengunjungi objek wisata,sejumlah nelayan di Muara Piluk Bakauheni juga menyediakan ojek perahu. Opung,salah satu penyedia jasa ojek perahu mengaku menyediakan jasa tersebut untuk penghobi memancing.

Sistem tarif borongan dilakukan untuk mengantar wisatawan penghobi memancing di sejumlah pulau di Selat Sunda. Waktu sehari memancing diakuinya dibanderol dengan biaya Rp500ribu hingga Rp750ribu dengan maksimal 7 penumpang.

Penyewaan perahu disebutnya menjadi mata pencaharian sampingan disela sela melaut. Saat mengantar pemancing ia menyebut mendapat keuntungan karena selain bisa mendapat sewa perahu dirinya bisa ikut memancing.

Sebagai penyedia penyewaan perahu untuk pemancing dirinya juga memastikan peralatan keselamatan selalu disediakan di perahu berupa jaket keselamatan.

“Nelayan juga selalu diberi nomor darurat polisi perairan jika ada insiden di laut sehingga bisa dilakukan pertolongan segera,”terang Opung.

Keberadaan sektor wisata yang berimbas bagi nelayan disambut positif oleh Rahmad Hariyadi. Selaku Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi Dinas Pariwisata provinsi Lampung,ia memastikan tujuan sektor pariwisata harus memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Nelayan yang sehari hari bekerja mencari ikan diakuinya bisa berkontribusi bagi objek wisata sebagai penyedia jasa ojek perahu.

Sebagai nelayan penangkap ikan,ketersediaan fasilitas keselamatan di atas perahu diakuinya harus dilengkapi. Dinas Pariwisata disebutnya sudah berkoordinasi dengan kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Lampung dalam pelatihan penanganan kecelakan di objek wisata.

Alat keselamatan berupa ring buoy,pelampung,tali tambang,serta fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan harus disediakan pengelola objek wisata.

“Keselamatan bagi pengunjung sangat diutamakan sehingga perahu nelayan harus dilengkapi alat keselamatan,”beber Rahmad Hariyadi.

Bantuan alat keselamatan berupa jaket keselamatan di sejumlah objek wisata bahari diakuinya diberikan pada sejumlah lokasi wisata. Lokasi wisata bahari yang sudah memperoleh alat keselamatan diantaranya objek wisata pantai Minangrua,objek wisata pantai Belebuk dan sejumlah objek wisata di kabupaten Pesisir Barat dan Lampung Barat.

Pelatihan penyelamatan di pantai juga dilakukan agar aspek keselamatan lebih diutamakan bagi pengunjung objek wisata bahari disamping tujuan memperoleh keuntungan.

Baca Juga
Lihat juga...