Teluk Balikpapan Tercemar, DLH Tunggu Hasil Lab

Editor: Satmoko Budi Santoso

239

BALIKPAPAN – Sejak Jumat (20/7) akhir pekan kemarin, Teluk Balikpapan tepatnya di kawasan pantai Melawai Balikpapan kembali tercemar tumpahan minyak, dan hari ini (23/7) tumpahan minyak masih ditemukan kembali.

Tercemarnya pantai melawai itu, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pertamina dan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan mengambil sampel tumpahan minyak.

Upaya yang dilakukan saat ini adalah menunggu hasil laboratorium dari sampel yang telah diambil dan melakukan pembersihan setelah KLHK melakukan penelitian lebih jauh terkait dengan tercemarnya pantai melawai tersebut.

“Kami masih tunggu hasil dari laboratorium karena sampel minyak telah diambil. Pada Jumat kemarin sudah diambil, kemudian pada hari ini (23/7) juga telah diambil. Selain nunggu lab, juga nunggu foto satelit data yang sedang berlabuh saat kejadian,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Suryanto, saat ditemui Senin (23/7/2018).

Dia menilai, paling efektif untuk mengetahui sumber dari tumpahan minyak itu adalah melalui foto satelit sehingga pihaknya juga mengusulkan untuk dilakukan pemotretan satelit. “Dari ketiga instansi sudah ambil sampel. Hasil dari DLH kemungkinan hari ini, nah kita tunggu hasil dari sampel yang diambil Pertamina dan KLHK,” tandas Suryanto.

Suryanto menjelaskan, setelah hasilnya ditemukan yang akan berwenang juga Pemerintah Provinsi karena dari 10 meter bibir pantai merupakan kewenangan provinsi untuk bertindak.

“Kita tunggu dari KLHK seperti apa hasilnya. Sanksinya harus berat dikenakan karena keterlaluan, berkali-kali kemarin Jumat sudah tercemar, dan hari ini kembali tercemar,” imbuhnya.

Menanggapi tercemarnya Teluk Balikpapan tersebut, Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengharapkan, tercemarnya perairan teluk Balikpapan tidak akan terjadi lagi seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

“Semoga cepat teratasi dan harapannya tidak terulang lagi. Karena Balikpapan ini hanya kena dampaknya saja karena banyak kapal yang melintas di perairan,” imbuhnya.

Karena itu, pengawasan seharusnya dapat berjalan maksimal, sehingga dapat diketahui siapa yang bertanggungjawab dari tercemarnya perairan teluk Balikpapan.

“Kita ini dapat kotornya dan dampaknya saja. Artinya secara finansial kita nggak ada dampak untuk kegiatan perairan teluk Balikpapan,” ujar Rahmad.

Dia menambahkan, dinas terkait sudah melakukan tugas dengan mengambil sampel sehingga pihaknya juga masih menunggu hasilnya. “Kita tunggu saja hasilnya nanti dari DLH seperti apa,” tukasnya.

Baca Juga
Lihat juga...