Tersangka Umar Ritonga, DPO KPK

Editor: Satmoko Budi Santoso

207
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah mengirimkan surat permohonan kepada Mabes Polri. Surat tersebut berisi permintaan yang disampaikan KPK agar pihak kepolisian segera mencari dan menangkap tersangka Umar Ritonga yang hingga saat ini dinyatakan buron karena melarikan diri saat akan ditangkap.

Umar merupakan orang kepercayaan Pangonal Harahap, Bupati Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) berupa penerimaan suap atau gratifikasi terkait perizinan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu.

Penyidik KPK sebelumnya mengimbau agar Umar segera menyerahkan diri secara langsung kepada KPK, namun karena Umar tidak mau menyerahkan diri maka namanya dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Surat tersebut berisi permintaan agar tersangka Umar segera ditangkap dan diserahkan kepada KPK.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK telah mengirimkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Umar Ritonga kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). “DPO tersebut dikirim melalui SES-NCB-Interpol Indonesia di Jakarta,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Menurut Febri, surat tersebut dilengkapi dengan foto dan riwayat singkat tersangka Umar. Dengan demikian pihak kepolisian diharapkan akan dapat segera mencari dan menangkap Umar di manapun berada, kemudian yang bersangkutan akan diserahkan ke KPK.

Febri dalam kesempatan tersebut juga meminta kepada masyarakat, jika sekiranya ada yang melihat atau mengetahui keberadaan Umar, maka dimohon untuk segera menyampaikan informasi tersebut kepada pihak kepolisian setempat atau dapat melaporkan langsung kepada KPK.

Menurut Febri, jika ada masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Umar Ritonga menyampaikan informasi secara langsung kepada KPK. Warga dapat menghubungi nomor telepon KPK 021-25578300, nanti laporan tersebut akan langsung direspons atau ditindaklanjuti oleh penyidik KPK.

Pangonal Harahap sebelumnya berhasil ditangkap dan diamankan petugas KPK saat menggelar kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten. Pangonal diduga telah menerima sejumlah uang sebagai suap atau gratifikasi yang berasal dari Effendy Sahputra, seorang pengusaha atau kontraktor.

KPK menduga bahwa Effendy telah mengeluarkan atau mencairkan cek senilai Rp576 juta, cek tersebut ternyata dicairkan oleh AT, orang kepercayaan Effendy. Uang hasil pencairan cek tersebut kemudian dititipkan kepada seorang oknum petugas bank, tak lama kemudian uang tersebut diambil Umar Ritonga.

Dalam kasus OTT tersebut, penyidik KPK hingga saat ini telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka. Masing-masing Pangonal Harahap, Umar Ritonga telah ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Effendy telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap atau penyuap.

Baca Juga
Lihat juga...