Tim KPK Lakukan Penggeledahan di Aceh

Editor: Koko Triarko

236
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini melanjutkan penggeledahan di sejumlah lokasi berbeda di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), terkait dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf.
“Tim KPK melakukan penggeledahan terkait dugaan penerimaan sejumlah uang  suap atau gratifikasi yang diduga berasal dari aliran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA)”, jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Selasa (10/7/2018).
Menurut Febri Diansyah,  ada dua kantor dinas milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh yang digeledah petugas KPK.  Masing-masing Gedung Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Aceh dan Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh. Selama proses penggeledahan berlangsung, pihak KPK mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian setempat.
Namun, hingga saat ini, Febri Diansyah masih enggan berkomentar terkait hasil penggeladahan yang dilakukan penyidik KPK. Dirinya berdalih, bahwa petugas masih bekerja di lapangan, sehingga belum memungkinkan untuk memberikan penjelasan terkait kegiatan penggeledahan.
Kasus dugaan korupsi tersebut, terungkap saat petugas KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Banda Aceh. Selain mengamankan sejumlah orang, KPK berhasil menyita sejumlah uang tunai dengan jumlah total sebesar Rp500 juta.
Ada sembilan orang yang terjaring OTT, namun yang ditetapkan sebagai tersangka baru empat orang. Masing-masing, Irwandi Yusuf, Achmadi (Bupati Bener Meriah), Hendri Yuzal (Staf/Ajudan Gubernur Aceh) dan Syaiful Bahri, seorang pengusaha atau kontraktor setempat.
KPK menemukan fakta, bahwa total commitment fee yang sebelumnya dijanjikan Achmadi kepada Irwandi diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Pemberian uang tersebut diduga untuk memuluskan atau mempercepat pencairan anggaran DOKA yang diberikan Pemprov Aceh untuk Pemkab Bener Meriah.
KPK menduga, sebagian uang suap atau gratifikasi tersebut menurut rencana akan dipergunakan untuk keperluan membiayai iven olah raga lari bertaraf internasional, “Aceh Marathon 2018”, pada 29 Juli 2018 di Kota Sabang, Provinsi Aceh.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.