Tindak Tegas Pembuang Limbah Minyak di Perairan Balikpapan

Editor: Koko Triarko

139
Koordinator Program STABIL, salah satu LSM Lingkukngan di Balikpapan, Hery Sunaryo. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – LSM lingkungan STABIL, meminta kepada Pemerintah Kota dan Polres Balikpapan untuk menindak tegas pelaku pembuang limbah minyak yang ada di perairan Teluk Balikpapan, baru-baru ini.
Hal ini mengingat peristiwa tumpahan minyak di Balikpapan ini terjadi berulang kali ,sehingga merusak ekosistem laut.
Koordinator Program STABIL, Hery Sunaryo, menilai kejadian pencemaran lingkungan di laut pesisir Kota Balikpapan berupa limbah tumpahan minyak tersebut, sudah berulang kali terjadi. Maka, diduga pembuang minyak sengaja membuang minyaknya ke laut.
“Bisa saja pelaku pembuang minyak ini sengaja membuang limbah minyaknya ke laut, karena dipikir tidak ada sanksi terhadap pembuang limbah di laut. Apalagi, belum pernah ada yang melakukan gugatan hukum,” ucapnya, Rabu (25/7/2018).
Untuk itu, dengan kondisi tersebut dan serba terbatas, pihaknya tengah melakukan investigasi terhadap pelaku pembuang limbah ini yang kemudian akan dibuat proses gugatan terhadap pelaku pembuang limbah, sebagai upaya efek jera, agar mereka tidak mengulangi lagi.
“Jujur saja, kami masyarakat Balikpapan punya trauma mendalam terhadap pencemaran tumpahan minyak ini terhadap tumpahan minyak di wilayah Teluk Balikpapan yang terjadi belum lama,” tandas Hery.
Ia mengharapkan, kejadian tumpahan minyak ini jangan sampai terulang lagi, sehingga penting agar pemkot Balikpapan dan kepolisian untuk memproses secara hukum pelaku pembuang limbah minyak ini, agar ke depan tidak terjadi lagi.
“Sangat jelas ancaman pidana bagi perusahaan pelaku pencemaran lingkungan. Berdasarkan peristiwa yang terjadi, ada beberapa ancaman pidana yang bisa diterapkan terhadap pelaku  menurut Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang PPLH,” sebut Hery Sunaryo.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, masih menunggu hasil sampel tumpahan minyak yang terjadi pada pekan lalu. “Sampel dari tumpahan minyak di laut itu diambil tidak hanya dari DLH, tetapi ada KLHK dan Pertamina yang mengetahui juga soal minyak tersebut,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Suryanto.
Suryanto menambahkan, upaya yang dilakukan setelah mengambil sampel, kemudian membersihkan kembali laut yang tercemar limbah tersebut. “Dibersihkan, tunggu sampel diambil, dan sekarang sudah diambil. Hasilnya pun masih menunggu dari KLHK, nantinya seperti apa,” imbuhnya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.