Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Balikpapan Perlu Tambah Anggaran Promosi

Editor: Mahadeva WS

211
Direktur Operasional BTB Joko Purwanto – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Balikpapan Tourism Board (BTB) menilai, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan tidak hanya dengan menambah destinasi yang dimiliki. Hal tersebut juga harus melalui promosi. Untuk meningkatkan promosi, diperlukan anggaran yang besar dan sinergi seluruh pihak untuk mempromosikan destinasi wisata di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan.

Direktur Operasional BTB Joko Purwanto mengatakan, banyak potensi destinasi yang dimiliki Balikpapan dan Kalimantan Timur. Namun promosi yang dilakukan dinilainya masih sangat kurang. Sementara, pendapatan dari sektor pariwisata yang terdiri perhotelan, restoran, tempat hiburan termasuk obyek wisata tercatat sangat besar.

“Banyak potensi destinasi tapi promosi kurang. Padahal pendapatan anggaran paling besar dari pariwisata tetapi anggaran promosi wisata kurang. Bagaimana kalau promosi kurang, lihat daerah lain promosinya sangat gencar,” katanya Jumat (20/7/2018).

Menurut Joko, destinasi wisata di Kalimantan Timur sudah sangat lengkap. Mulai dari wisata alam, pantai hingga wisata religi. Balikpapan sebagai pintu gerbangnya, akan menjadi pusat untuk penginapan maupun kebutuhan akomodasi lainnya. “Berwisata ke Balikpapan itu tidak hanya datang ke kota ini tetapi destinasi ke Kaltim. Sehingga Balikpapan sebagai pintu gerbangnya baik dalam penginapan. Posisi Balikpapan ini sama halnya dengan Bali dan Yogya yang menjadi pintu gerbangnya destinasi sekitarnya,” papar Joko Purwanto.

Dari catatannya, kunjungan wisatawan ke Kaltim saat ini beralih ke wisata air yaitu menyelam di Pulau Derawan dan sekitarnya. Kondisi ini berbeda dengan kondisi di 1990-an. Kala itu, wisatawan mancanegara lebih banyak mengunjungi daerah pedalaman Kaltim.

“Kunjungan wisatawan mancanegara tetap naik tapi beralih ke Pulau Derawan. Dulu tahun 1990-an banyak ke pedalaman. Pengunjung dari Eropa masih sangat potensi dan Asia,” imbuhnya.

Ditargetkan, di 2019 nanti potensi destinasi ke pulau Balabalagan akan menjadi destinasi yang bisa dikunjungi melalui kota Balikpapan. “Targetnya ada penerbangan langsung dari China ke Balikpapan, kemudian transportasi kapal dari sini ke pulau Balabalagan. Dari Balikpapan diperkirakan hanya dua jam meskipun pulau itu masuk wilayah Sulawesi Barat,” ujarnya.

Apabila destinasi tersebut bisa dikunjungi melalui Balikpapan, maka pariwisata melalui kota minyak juga ikut terkerek naik, termasuk okupansi hotelnya. “Kalau itu bisa dikembangkan pariwisatanya akan tumbuh dari okupansi hotel dan lainnya. Target 2019 sudah bisa jalan maka Balikpapan akan ramai, akan meningkat 200 persen,” tandasnya optimis.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (POP) Oemy Fasesly menyebut, anggaran promosi wisata Kota Balikpapan di 2018 hanya Rp200 juta. “Tahun ini memang anggaran promosi Rp200 juta, tapi itu tetap kami maksimalkan untuk mempromosikan destinasi wisata,” ungkapnya.

Oemy menambahkan banyak destinasi unggulan wisata di Balikpapan dan Kalimantan Timur yang bisa dikunjungi. Hal ini menjadi keunggulan untuk Balikpapan, apalagi Balikpapan sebagai pintu gerbangnya.

Baca Juga
Lihat juga...