Tingkatkan Nilai Jual, Coklat Sikka Benahi Kemasan

Editor: Koko Triarko

306
Kepala UPT Sikka Inovation Center (SIC), Okto Suban Pulo. -Foto: Ebed de Rosary
MAUMERE – Sejak diluncurkan pada Februari 2018, pabrik coklat dengan merk dagang Cho Sik (Chokelat Sikka) mulai melakukan pembenahan kemasan untuk cokelat batangan, agar lebih menarik.
“Memang sejak mulai beroperasi, kami selalu berusaha untuk memperbaiki berbagai kekurangan, termasuk kemasan produknya. Sebab, setelah melakukan promosi, produk coklat Sikka sudah mulai digemari masyarakat,” sebut Okto Suban Pulo, Kepala UPT Sikka Inovation Center, Selasa (3/7/2018).
Dikatakan Okto, dengan terobosan produksi coklat di Sikka, diharapkan ke depan setiap kelompok tani bisa memproduksi coklat sendiri, agar harga jual coklat di kelompok tani semakin meningkat.
“Kalau semua kelompok bisa memproduksi coklat hingga sampai mengemasnya, maka tentunya akan baik. Mereka membuat coklat batangan dan kemasannya dilakukan di Sikka Inovation Center,” ungkapnya.
Di pabrik coklat pertama di NTT yang merupakan milik pemerintah kabupaten Sikka ini, kata Okto, selain memperbaiki kemasan produk coklat batangan original, sedang dan dicampur mente sebanyak 500 batang setiap hari, juga diproduksi permen coklat dan bubuk murni cokelat dan bubuk three in one cokelat yang dicampur gula dan susu.
“Harga jual dibandingkan dengan coklat pabrikan besar dijual masih murah dengan harga bervariasi 10  ribu, 22 ribu sampai 60 ribu rupiah. Produksi sebanyak 100 kilogram sehari langsung habis dibeli, sehingga ke depan kami akan menambah kapasitas produksi dengan mendatangkan mesin lagi dan menambah tenaga kerja,” terangnya.
Untuk kemasan, tambah Okto, pihaknya sengaja memasukan motif tenun ikat pada bagian pinggir kemasan produk untuk menampilkan kekhasan kabupaten Sikka. Juga untuk membedakan kemasan produk coklat Sikka  dengan produk coklat pabrikan.
Yani Making, anggota DPRD mengatakan, sebagai wakil rakyat, pihaknya sangat mendukung terobosan yang dilakukan Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, yang didukung ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, yang mendukung pengembangan produk pertanian.
“Setelah melihat bukti dan kualitas coklat yang dihasilkan sangat bagus, maka sudah sepantasnya DPRD Sikka menyetujui untuk mengalokasikan anggaran bagi pengembangan produksi pabrik coklat ini ke depannya,” sebutnya.
Dikatakan Yani, selain coklat, pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran untuk pengembangan pabrik minyak kelapa murni dan pabrik tenun ikat yang gedungnya sudah dibangun dan perlu penambahan beberapa mesin serta pemasangan jaringan listrik dan air bersih.
“Dengan beroperasinya pabrik coklat dan dua pabrik lainnya, diharapkan akan meningkatkan pendapatan daerah kabupaten Sikka. Ini sebuah terobosan yang bagus dan perlu didukung, agar bisa mendatangkan kesejahteraan bagi petani kakao dan kelapa serta para pengrajin tenun ikat,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...