TMII Gelar Festival Dolanan Anak Nusantara

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

284

JAKARTA — Memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN), yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar “Festival Dolanan Anak Nusantara dan Pameran Museum” di Candi Bentar TMII, Jakarta, Minggu (29/7/2018).

Manager Informasi Budaya dan Budaya Dwi Windyarto mengatakan, HAN merupakan momen penting untuk mengingatkan orang tua.

“Anak sebagai generasi bangsa harus mendapatkan hak untuk belajar dan mengembangkan potensi dirinya,” kata Dwi dalam sambutannya.

Manager Informasi Budaya dan Wisata TMII, Dwi Windyarto. Foto: Sri Sugiarti

Senada dengan Dwi Windyarto, Kepala Bagian Produksi dan Kreatif Bidang Program Budaya TMII, Trimawarsanti menambahkan, peringatan HAN bertujuan untuk memperkenalkan dan promosi seni budaya tradisi khas daerah dari seluruh Indonesia.

Ia menuturkan, sesuai dengan misi dan visi TMII yang selalu membuka selebar-lebarnya ruang budaya bagi masyarakat Indonesia, terkhusus generasi muda.

“Harapannya, anak-anak terus belajar seni. Karena seni dapat menciptakan anak yang mandiri, kreativitas, cerdas, dan ceriah,” ujar Santi.

Dia menjelaskan, tahun ini peringatan HAN digagas dalam bentuk Festival Dolanan Anak Nusantara yang didukung oleh 364 potensi seni yang tergabung dalam sanggar komunitas seni, paguyuban panti asuhan dan lainnya.

Acara ini juga dimeriahkan pameran lima museum kawasan TMII dan memperkenalkan permainan tradisional anak, seperti congklak, egrang, bola bekel, tali karet, dan lainnya.

Kepala Bagian Produksi dan Kreatif Bidang Program Budaya TMII, Trimawarsanti (kaus biru) berfoto bersama anak-anak sangar pada peringatan HAN di Candi Bentar TMII, Jakarta, Minggu (29/7/2018). Foto : Sri Sugiarti.

Santi berharap kemeriahan HAN ini menjadi sarana pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia dapat lebih dikenal lagi oleh anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa.

Andini, murid kelas 5 SDN Jakarta Timur mengaku senang dapat tampil memeriahkan HAN di TMII. Dia bisa melihat secara langsung tarian yang dibawakan sanggar lain.

“Senang, jadi tambah wawasan budaya daerah,” ujarnya.

Kemerian HAN di Candi Bentar TMII disajikan berbagai tarian tradisi daerah yang memukau penonton. Salah satunya, tarian tradisi Bali “Malan Caran” persembahan LKB Saraswati Jakarta.

Malan Caran bermakna jalan-jalan, bermain atau bercanda. Sekelompok anak berkumpul di lingkungan rumah, mereka mengisi waktu luang liburan sekolah. Saling sosialisasi sesama teman sekolah, mereka menari, menyanyi, bercanda, dan kadang-kadang berkelahi. Itulah kodrat mereka belajar sambil bermain.

Baca Juga
Lihat juga...