Tommy Soeharto: Bersama Berkarya Menuju Bangsa yang Tangguh

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

577

BOGOR — Ketua Umum Partai Berkarya, H. Hutomo Mandala Putra yang akrab disapa Tommy Soeharto menyebutkan, kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) calon legislatif DPR RI partai Berkarya dapat merupakan silaturahmi akbar dalam menyamakan persepsi, visi, misi, dan energi untuk membawa partai Berkarya menuju kemenangan yang gemilang.

“Kegiatan ini membawa semangat bahwa partai Berkarya bersama-sama dengan harapan dan cita-cita rakyat menuju bangsa dan negara yang kuat, tangguh, maju, dan mandiri, menjadi bangsa yang diridhoi Allah SWT karena partai Berkarya berjuang dengan penuh ikhlas,” sebutnya di depan 500 lebih calon legislatif DPR RI saat Pembukaan DIKLAT Partai Berkarya Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/7/2018).

Dikatakan Tommy bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang diuji dengan berbagai macam persoalan. Situasi dan kondisi yang sulit bagi rakyat. Persoalan kedaulatan yang mempengaruhi ketahanan nasional sungguh harus segera diusahakan solusi dan pemecahannya.

“Kita jangan terlalu bergantung dengan asing baik pada bidang ekonomi dan juga bidang politik. Kita harus memiliki kedaulatan pangan, karena persoalan inilah yang kedepannya akan menjadi hal yang sangat penting dan berpengaruh pada eksistensi sebuah bangsa,” tegasnya.

Tommy menceritakan, pada tahun 1984 Almarhum Presiden Soeharto mendapatkan anugerah dari FAO berupa medali dengan bertuliskan “from rice importer to self sufficiency”, dan pada tahun 1986 dianugerahi medali emas dengan prestasi tersebut.

“Pada tahun itulah bangsa Indonesia memberikan bantuan bibit beras dan bantuan teknik kepada negara-negara Afrika dan negara Asean,” sebutnya.

Pandangan visioner dari Bapak Soeharto, baru dirinya sadari bahwa di bumi masa ini dan masa depan kedaulatan pangan akan menunjang kedaulatan bangsa. Krisis pangan dunia yang saat ini menjadi alat bagi bangsa-bangsa lain untuk menguasai Indonesia secara geopolitik.

“Kita sebagai bangsa yang besar saat ini sedang dikepung oleh berbagai kekuatan yang akan mengikis keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Tommy menegaskan, para politikus hanya berfikir untuk menang dan menguasai simpul-simpul kekuasaan. Hanya suka memimpin tapi tidak mau dipimpin dan lupa bahwa satu tubuh (Indonesia), lupa dengan gotong royong, semua terbuai.

“Yang pasti kita lupa akan makna dari keikhlasan dalam membangun bangsa ini melalui peran dan fungsi kita masing-masing sebagai putra-putri bangsa,” sambungnya.

Peserta DIKLAT Partai Berkarya 2019

Dari berbagai persoalan tersebut, partai Berkarya hadir dengan semangat perbaikan disegala bidang. Partai berkarya hadir dan bercita-cita untuk mengembalikan berbagai fungsi kenegaraan.

“Sehingga negara benar-benar hadir di tengah-tengah rakyatnya sehingga tidak ada lagi rakyat yang dirugikan dalam hal ini para petani yang menjerit karena adanya pihak asing yang secara arogan berbuat seenaknya. Kita hadir untuk mengingatkan kembali bahwa Pancasila dan UUD 1945 harus dibumikan sehingga benar-benar hidup ditengah-tengah rakyat,” ungkapnya.

Sebagai partai yang baru lahir, Berkarya memiliki dan mengemban tugas dalam menjalankan aspirasi rakyat, cita-cita dan harapan rakyat dalam menuju perubahan dan kehidupan yang lebih baik dalam berbangsa dan bernegara.

“Tujuan kita adalah untuk memperjuangkan keadilan rakyat dengan mendengarkan aspirasi rakyat dan peka terhadap situasi dan kondisi bangsa kita,” pungkas Tommy kepada para bakal calon Legislatif.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.