Uji Coba OK Otrip Kembali Diperpanjang

Editor: Makmun Hidayat

227

JAKARTA — Uji coba OK Otrip kembali diperpanjang agar kualitas pelayanan transportasi melalui OK Otrip bisa lebih meningkat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan mengapa menggunakan 6 bulan ini sebagai uji coba dan ingin terus perpanjangan.

“Yang ingin dicapai itu bukan sekadar soal terintegrasi, tapi juga soal kualitas standar pelayanan yang meningkat,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).

Dia tidak menginginkan angkutan umum di Jakarta hanya sekadar berjalan saja, tetapi juga harus memerhatikan soal pengemudi dan armadanya. Jangan sampai, kondisi armada tersebut tidak nyaman dan dikemudikan dengan ugal-ugalan.

“Jadi jangan sampai angkutan umum itu diasosiasikan layanan ala kadarnya, kondisi armada yang tidak nyaman, pengemudi yang ugal-ugalan, ngerokok, pengemudi yang perilakunya barangkali tak konstruktif,” tuturnya.

Selanjutnya mengenai tarif OK Otrip, dia akan mereview tarif OK Otrip untuk menutup selisih biaya operator dengan pemasukannya. Dirinya akan terus melakukan negosiasi dengan para operator.

“Kalau terlalu kecil, operator itu bisa mati. Tapi kalau terlalu besar, pembayar pajak itu membuang uang secara percuma. Jadi kita harus menemukan angka yang pas,” ujarnya.

Anies mengaku dirinya telah bertemu dengan pengelola OK Otrip dan membicarakan masalah tersebut.

“Saya sampaikan kepada mereka (pengelola OK Otrip) jangan sampai angkanya tidak masuk akal secara bisnis. Jadi kita harus menemukan angka yang pas,” sebutnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengungkapkan apabila harga sudah disepakati dan berkoordinasi dengan Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI, maka langkah selanjutnya akan menyiapkan payung hukum dalam pelaksanaan OK Otrip.

“Jadi setelah harga per-kilo meternya nanti ditentukan oleh BPPBJ, nanti dibutuhkan waktu bagi Transjakarta selaku dalam program OK OTrip ini dan juga Dishub bersama SKPD terkait untuk menyiapkan payung hukumnya. Dengan ada payung hukum, kita bisa melakukan langkah-langkah berikutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan perpanjangan ini karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta percepatan pencapaian target.

“Akhir Juli atau pertengahan Agustus kami lagi tentukan, nanti diumumkan karena baru habis hari ini akan diumumkan perpanjanganya sampai kapan,” kata Sandiaga.

Meski masa uji coba diperpanjang, Sandi mengakui OK OTrip tetap tak bisa mencapai target dari sisi jumlah trayek dan jumlah operator yang bergabung.

“Dari sebelas operator kita ingin dua atau tiga bergabung lagi sehingga dapat 50 persen dari target 11 operator. Dari 30 target trayek ini kita targetkan paling tidak ada 30 hingga 35 persen trayek itu bisa dicapai bulan ini,” tuturnya.

Hanya ada lima operator yang akan bergabung dengan OK OTrip hingga akhir tahun. Lalu Pemprov DKI Jakarta hanya akan mampu menyediakan sekitar sepuluh trayek dari program transportasi terintegrasi tersebut.

Dia pun akan berkoordinasi dengan pihak bank untuk ikut dalam program OK Otrip. Dia meyakini program tersebut akan menguntungkan pihak perbankan.

“Kita mau semuanya terlibat, bank pemerintah, bank swasta juga kita ingin (terlibat). Kita akan mengundang mereka untuk berpartisipasi di program OK Otrip,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gembong Warsono, menilai hingga saat ini program OK OTrip belum bisa mencapai target, untuk mengajak sedikitnya dua ribu kendaraan bergabung dalam program ini.

Hingga pertengahan tahun 2018 ini, Gembong melanjutkan, program itu hanya bisa menggaet 123 kendaraan. Angka itu bahkan tak mencapai setengahnya dari angka 2000 kendaraan yang ditargetkan Anies-Sandi.

Diketahui program OK Otrip telah diuji coba dua kali, yaitu 15 Januari hingga 15 April dan 15 April hingga 15 Juli. Perpanjangan kembali dilakukan karena baru dua operator yang bergabung.

Baca Juga
Lihat juga...