UNDP Berencana Kembangkan Pertanian di NTT

Padi, ilustrasi -Dok: CDN
KUPANG – United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa, berencana mengembangkan enam komoditas pertanian dan perkebunan di 15 kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Yohanis Tay Ruba, mengatakan, keenam komoditas yang menjadi sasaran pengembangan Badan PBB itu adalah padi, jagung, kopi, kakao, jambu mete dan kelapa.
“Beberapa hari lalu, kami mengadakan pertemuan dengan UNDP. Mereka tertarik untuk mengembangkan beberapa komoditas di daerah ini,” katanya, Kamis (26/7/2018).
Menurut dia, 15 kabupaten NTT yang menjadi sasaran program disesuaikan dengan potensi yang dimiliki. Saat ini, kata dia, pihak UNDP sedang menyusun proposal untuk membiayai proyek pengembangan enam komoditas itu.
“Dari hasil komunikasi terakhir, tim dari UNDP sedang berada di lapangan melakukan konsultasi dengan stakeholders, untuk kepentingan finalisasi proposal,” katanya.
Dia berharap, paling lambat pada akhir 2018, proyek pengembangan komoditas itu sudah bisa dilaksanakan.
Mengenai pola pengembangan, dia mengatakan, semuanya masih dikomunikasikan dengan stakeholders terkait untuk diputuskan apakah menggunakan pola kelompok masyarakat atau membantu petani secara individu.
“Semuanya akan diputuskan setelah tim melakukan finalisasi proposal, termasuk kabupaten-kabupaten yang akan menjadi sasaran pelaksanaan program ini”, katanya.
Ia mengatakan, daerah potensial Flores Timur untuk jambu mete dan kelapa, Manggarai, Ngada dan Ende cocok untuk pengembangan kopi dan cacao. Hanya saja, UNDP memiliki syarat tersendiri dalam menentukan wilayah-wilayah yang akan menjadi sasaran program yang dibiayai lembaga internasional itu. (Ant)
Lihat juga...