Universitas Tamansiswa Padang Sosialisasi Teknologi Mesin Tetas

Editor: Satmoko Budi Santoso

273

PADANG – Universitas Tamansiswa Padang, Sumatera Barat, turut peduli dalam upaya menunjang percepatan kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian itik lokal.

Keterangan Zasmeli Suhaemi, MP, dosen yang mendampingi kegiatan itu, upaya pelestarian itik lokal itu juga perlu diupayakan bantuan teknologi penetasan bagi peternak itik lokal di desa.

Menurutnya, perlu adanya bantuan teknologi penetasan bagi peternak itik lokal, karena selama ini soal penetasan ada kendala yang dihadapi oleh peternak pada umumnya. Misalnya dengan sistem perkembangbiakan yang tradisional, sehingga tingkat produksi itik masih rendah.

Zasmeli Suhaemi, MP bersama para mahasiswa Universitas Tamansiswa Padang dan masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman/Foto: M. Noli Hendra

“Universitas Tamansiswa Padang melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan menambah wawasan anggota Kelompok Tani Hidup Bersama tentang manfaat mesin tetas, dan upaya peningkatan jumlah ternak itik mereka melalui pemanfaatan teknologi mesin tetas,” jelas Zasmeli yang juga merupakan Konsultan Posdaya di Sumatera Barat, Selasa (31/7/2018).

Ia menjelaskan, penetasan telur merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki peternak pembibit itik. Keterampilan yang baik akan sangat membantu kualitas hasil tetasan.

Untuk itu, dalam kegiatan tersebut, Zasmeli Suhaemi, MP turut mengajak dan melibatkan 5 orang mahasiswa, dengan ketua Tim PKM Sri Lia Adika Putri dan anggota tim Hendra, Marzuki, Zaltia Agustin, dan Elda Syafni.

“Kegiatan dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan mulai bulan Juli 2018 dan beberapa bulan ke depan, hingga kelompok tani dapat meningkatkan jumlah ternak 50–100 ekor dan bisa dimiliki semua anggota kelompok,” ucapnya.

Dalam menjalankan pelatihan itu, Kelompok Tani diberikan mesin tetas secara cuma-cuma sebanyak 2 unit, yang bisa digunakan untuk telur itik, juga telur ayam kampung. Bantuan itu, diberikan langsung oleh Universitas Tamansiswa Padang.

Kelompok Tani Hidup Bersama yang berkesempatan mendapatkan bantuan itu, berada di Korong Balah Aie Nagari Koto Tinggi Kecamatan VI Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Daerah di sana, masyarakat memiliki ternak itik yang jumlahnya masih terbatas dan belum dimiliki semua anggota.

Sedangkan ternak itik sangat cocok sebagai pemicu peningkatan pendapatan petani yang dampaknya pada peningkatan kesejahteraan.

“Karena beternak itik tidak membutuhkan modal dan lahan yang besar, serta lebih tahan terhadap serangan wabah penyakit dibanding unggas lokal lain. Produksi telurnya juga hampir sama dengan ayam ras. Kita perlu bantuan dari sisi pengembangbiakan itik lokalnya,” sebut Emi.

Menurutnya, peternak itik lokal yang ada di daerah tersebut, seluruh anggotanya memiliki lahan sawah yang ditanami padi setiap tahun. Kondisi yang demikian sangat mendukung pemeliharaan itik lokal, tanpa membutuhkan biaya membeli makan ternak yang tinggi.

Baca Juga
Lihat juga...