Usai Lebaran, Separuh Anggota Posdaya Nunggak Kredit

Editor: Satmoko

199
Manajer Tabur Puja Padang Indra/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Kondisi pembayaran kredit uang pinjaman modal usaha di Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Kota Padang, Sumatera Barat, dalam keadaan tidak stabil.

Terutama pada usai lebaran idul fitri lalu ini, dari keterangan Manajer Tabur Puja Padang, Indra mengatakan dari 2.000 lebih anggota Posdaya yang mendapatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, ada sekitar 1.000 lebih anggota yang mengalami tunggakan kredit.

Penyebab terjadinya tunggakan, karena adanya masa libur lebaran. Hal ini dikarenakan selama libur lebaran layanan kas menutup pembukaan sementara waktu.

“Layanan kas dilakukan satu kali dalam satu pekan. Di Padang layanan khas telah dihentikan satu pekan menjelang lebaran. Lalu pada saat lebaran, hampir dua pekan lamanya layanan kas tutup. Akibatnya terjadi penumpukan pembayaran kredit,” katanya, Minggu (15/7/2018).

Menurut Indra, penyebab tunggakan itu bukanlah karena masyarakat yang sengaja tidak melakukan pembayaran. Tapi, karena waktu cuti layanan kas yang terlalu lama. Padahal pinjaman modal usaha itu diperuntukkan kepada keluarga kurang mampu, sehingga sangat dimaklumi, terjadi tunggakan tersebut.

Tujuan dilakukannya pembayaran satu kali setiap pekannya ialah memberikan kemudahan kepada masyarakat yang mendapatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja. Apabila terjadi satu pekan saja tidak membayarkan kredit, maka akan sulit bagi masyarakat untuk melunasinya.

“Usai lebaran itu, ada tiga buah tunggakan. Kalau kita paksakan masyarakat menyelesaikan tiga tunggakan itu, sangat tidak baik juga. Karena mereka adalah masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Belum lagi, masa – masa libur lebaran adalah masa – masa banyaknya pengeluaran uang dan bukanlah masa uang masuk. Hal tersebut juga menjadi penyebab sulitnya masyarakat melunasi tunggakan yang terjadi.

Indra menyatakan sudah resiko menghadapi persoalan tunggakan kredit dari masyarakat di Tabur Puja itu. Karena masyarakat yang dibantu adalah masyarakat kurang mampu. Setidaknya dengan adanya Tabur Puja memberikan mereka kemudahan dalam mengais rezeki melalui usaha yang dijalaninya.

Namun, meski terjadi tunggakan yang begitu banyak. Hingga pertengahan Juli 2018 ini, sudah ada beberapa yang telah melunasinya. Diperkirakan pada Agustus mendatang, kondisi akan kembali stabil.

“Sampai sekarang sebenarnya sudah mulai membaik. Makanya saya yakin pada Agustus mendatang, persoalan tunggakan selesai,” sebutnya.

Menurutnya, persoalan tunggakan kredit di Tabur Puja memang sudah sering terjadi, usai lebaran. Makanya ada kebijakan dua pekan menjelang lebaran dan dua pekan usia lebaran, tidak ada lagi pencairan pinjaman modal usaha.

Hal tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi tumpukan tunggakan kredit bagi masyarakat. Baik itu anggota yang lama hendak menambah pinjaman, maupun bagi masyarakat yang mengajukan pinjaman.

“Alasan kalau dua pekan jelang lebaran itu tidak dicairkan pinjamannya. Karena khawatir nanti uang yang seharusnya untuk modal usaha, malah untuk kegunaan lainnya,” tegasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.