Wagub Sumbar Berhasil Capai Keberadaan Masyarakat Daerah Tertinggal

Editor: Satmoko Budi Santoso

221
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit (kanan) saat bersama masyarakat di Nagari Ulang Aling Kabupaten Solok Selatan, saat Nasrul bersama rombongan mencapai daerah tertinggal/Foto: M. Noli Hendra

SOLOK SELATAN – Demi memenuhi janji dengan masyarakat daerah tertinggal yang ada di Desa Ulang Aling, Kabupaten Solok Selatan, rombongan Wakil Gubenur Sumatera Barat, Nasrul Abit, nekat menempuh jalan dalam kondisi yang sulit ditempuh.

Jalan itu, merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Solok Selatan – Dhamasraya yang melewati Jorong Muaro Sangir – Limau Sungai – Batu Limau Kapas – Pulau Karam- Tanah Galo, dengan panjang jalan 44 KM yang ditempuh dalam waktu 6 jam.

Kedatangan Nasrul ke daerah terjauh itu, turut membuat masyarakat Jorong Tanah Galo yang menanti, merasa harap-harap cemas menunggu sejak pukul 18.00 WIB, sore. Namun penantian itu, akhirnya tergantikan dengan rasa senang dan ceria, karena masyarakat di sana baru pertama kali bertemu dengan orang nomor dua di Sumatera Barat tersebut.

Untuk keluar sampai ke Dhamasraya dari jorong Batu Gajah – Koto Ranah – Pulau Panjang – Kampung Baru, juga menempuh perjalanan yang begitu jauh, yakni mencapai sepanjang 18 km yang kondisi lebih parah dari yang sebelumnya.

Hujan yang turun ketika itu, membuat jalan yang masih tanah, membuat lumpur mulai mencair dan membuat kondisi jalan becek. Perjalanan pun harus dihentikan, hingga cuaca kembali cerah.

Wagub di sela-sela kesibukan dengan masyarakat menyampaikan, akses jalan tersebut menjadi dambaan bagi masyarakat Ulang Aling. Menurutnya, daerah tersebut hanya terisolir karena persoalan infrastruktur jalan dan soal jaringan telepon serta internet.

“Saat ini jalan sejauh 68 km yang menghubungkan Solok Selatan (Muaro Abai) dengan Dhamasraya (Pulau Punjung), telah mulai dibahas dalam prioritas pembanguan daerah tertinggal di rapat-rapat Menko Maritim. Ini bagian dari program pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp700 miliar di Sumatera Barat di tahun 2019,” ujarnya, Selasa (31/7/2018).

Soal jaringan telkom (internet), kata Nasrul, telah pernah bersama bupati ke kementerian komunikasi dan infomatika tentang pembangunan tower. Saat ini masih dalam penjajakan dan pemerintah provinsi menyatakan akan kawal terus hingga tuntas nanti.

Nasrul juga menyampaikan, kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat yang dilakukan di desa tersebut, merupakan sebuah upaya meningkatkan derajat hidup masyarakat di daerah terisolir dan tertinggal.

“Kita memberi apresiasi para dokter yang mau turun ke daerah tertinggal Jorong Tanah Galo Nagari Ulang Aling ini memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Ia menilai, hal itu merupakan betapa penting arti kesehatan masyarakat. Maka dari itu, untuk sebuah kata kesejahteraan, mesti ditandai kesehatan. Hal ini mengingat, dengan kondisi badan yang sehat, akan membuat tubuh mudah beraktivitas dan bekerja dengan baik.

Dalam upaya ini juga mendorong percepatan pembangunan daerah tertinggal, sembari juga bersosialisasi kepada masyarakat tentang perlunya menjaga kesehatan dalam kemajuan pembangunan.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman mengatakan, masyarakat perlu merasa bahagia, karena telah mendapat kunjungan dari Wagub Nasrul Abit.

Bahkan kedatangan Wagub juga merupakan sejarah tersendiri bagi pembangunan nagari Ulang Aling, karena daerah tersebut tanpa jaringan telepon dan infrastruktur jalan yang cukup parah, sejak dibuka pada tahun 2006.

“Soal pembangunan jalan ini Pemkab Solok Selatan dengan segala keterbatasannya hanya mampu membangun jalan sejauh 4 kilometer di ujung jalan ini di jorong Kampung Baru pusat Nagari Ulang Aling,” jelasnya.

Ia menyebutkan dengan adanya kebijakan pemerintah provinsi mengambil alih menjadi jalan provinsi terhadap jalan itu, menjadi sebuah harapan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ini akan segera terealisasi karena juga telah menjadi pembangunan jalan strategis mengeluarkan Solok Selatan dari kategori daerah tertinggal,” harapnya.

Tidak hanya itu, Walinagari setempat, Yulidas juga menyampaikan, pembangunan infrastruktur jalan Muara Sangir – Kampung Baru itu, sudah lama menjadi mimpi panjang yang tak kunjung tercapai.

“Awalnya, kami berprasangka Pak Wagub Nasrul Abit tidak akan pernah sampai di kampung kami Jorong Tanah Galo ini,” ungkapnya.

Walau berharap sangat, tapi tak yakin, masyarakat betul-betul merasa terharu, karena Wagub telah menepati janji dan mau merasakan penderitaan masyarakat setempat, tentang mimpi harapan terhadap pembangunan jalan.

Baca Juga
Lihat juga...