Wagub DKI Akui Impor Bawang Putih Inisiatifnya

Editor: Koko Triarko

304
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, di Kali Besar, Jakarta Barat, Jumat (6/7/2018). –Foto: Lina Fitria
JAKARTA – Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, menuturkan, impor bawang putih dari Cina dilakukan untuk menjaga kestabilan harga bawang putih di Jakarta, sehingga harganya akan tetap terjangkau.
“Bawang putih itu kita seperti ketahui ada lebih 50 persen suplai bawang putih idiimpor, dan kemarin sempat melonjak, karena permasalahan suplai,” kata Sandiaga, di Kali Besar, Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (6/7/2018).
Menurut Sandiaga, impor bawang putih ini merupakan inisiatifnya. Dengan alasan, supaya masyarakat dapat menikmati harga bawang putih dengan harga terjangkau.
“Jadi, kami mengambil inisiatif berkoordinasi dengan masyarakat, agar bisa menikmati harga bawang putih yang terjangkau,” ungkapnya.
Sandiaga mengatakan, bawang putih hasil impor itu nantinya akan disimpan pada alat control atmosphere storage (CAS) milik PT Food Station Tjipinang. Begitu harga mulai naik, Pemprov DKI akan mengeluarkan stok bawang putih itu.
“Kami memulai kecil-kecilan dulu, food station untuk menyimpan di kas, sehingga harganya juga tidak akan memberatkan masyarakat,” ujar Sandiaga.
Sebelumnya, PT Food Station Tjipinang Jaya sudah mendapatkan surat persetujuan impor bawang putih sebanyak 10.000 ton hingga Desember 2018. Izin impor tersebut diberikan dari rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) sebesar 20.000 ton.
Dia mengaku, telah mendapat izin untuk mengimpor ribuan ton bawang putih. Menurutnya, pengajuan kuota impor diajukan lantaran harga bawang putih sempat naik.
Sandi mengatakan, ketika itu dirinya sempat melakukan komunikasi dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Izin impor bawang itu juga diberikan oleh Kementerian Perdagangan.
“Jadi, saya langsung intervensi, saya minta Mentan. Saya terima kasih sama Pak Amran, kita terima kasih ke Mendag dan Mentan. Sekarang Food Station dalam proses pengadaan,” terangnya.
Sandiaga berharap, intervensi ini dapat menstabilkan harga bawang di Jakarta hingga 70 persen peredaran.
“Bawang putih kurang di Brebes, jadi kita memang banyak impor. Jadi, kita memastikan harganya tidak bergejolak,” pungkasnya.
Rencananya, bawang putih impor itu mulai tiba pada Juli ini, sebanyak 10 kontainer atau sekitar 290 ton. Selanjutnya akan didatangkan secara bertahap.
Baca Juga
Lihat juga...