banner lebaran

Wagub: Pergantian Dirut BUMD DKI tak Hambat Proyek LRT

Editor: Koko Triarko

193
JAKARTA — Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, mengatakan, adanya pergantian Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak akan menghambat proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta.
“Pak Satya ini adalah bagian dari penyegaran. Untuk LRT, saya minta Pak Satya membantu saya mengawasi sampai nanti beroperasi. Dipastikan tidak akan menimbulkan keterlambatan,” kata Sandi, di Pusat pelatihan kerja khusus pengembangan Las, Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/7/2018).
Menurut Sandi, sampai saat ini proyek pembangunan LRT Jakarta yang masih terus berjalan. Nantinya, LRT Jakarta ini akan membantu mobilitas para atlet Asian Games yang berlaga di Velodrome, Rawamangun.
“Sampai sekarang, alhamdulilah dan sekarang kita yakini, bahwa LRT fase dua akan menjadi prioritas. Jadi, kita ucapkan terima kasih kepada Pak Satya dan komitmen beliau, bahwa akan terus mengawal proyek LRT Jakarta. Beliau yang mengawali dan harus juga memberikan kepastian di Asian Games akan mulus,” ujarnya.
Menurutnya pula, saat ini Satya Heragandhi masih menjabat sebagai komisaris dari anak usaha Jakpro. Namun, dia mengatakan tanggung jawab Satya lebih penting dari jabatannya saat ini. Meski sudah dicopot, Sandi mengatakan Satya tidak serta merta hengkang. Satya masih diminta untuk turut mengawasi masa transisinya.
“Sekarang ini masih sebagai komisaris, tapi di anak usaha. Ke depan yang terpenting adalah bukan bekerja pada posisinya, tapi tanggung jawabnya”, katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI, Anies Baswedan, merombak jajaran direksi di tubuh BUMD DKI. Anies mencopot Satya Heraghandi dari posisinya sebagai Direktur Utama PT Jakarta Propertindo.
Satya digantikan oleh Mantan Direktur Manajemen Aset PT Pertamina, Dwi Wahyu Darwoto. Perombakan ini diputuskan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Jakpro.
Satya mengaku tidak mengetahui alasan dirinya diganti. Dia pun enggan berbicara lebih banyak perihal pergantian dirinya tersebut.
Meski telah dicopot, Satya berkomitmen untuk membantu mengerjakan proyek Light Rapid Transit (LRT) fase 1 rute Velodrome-Kelapa Gading. Ia ingin memastikan proyek tersebut kelar sebelum Asian Games 2018.
“Per hari ini, sudah dilakukan transisi dan saya juga memberikan personal commitment untuk membantu supaya proyek LRT tetap berjalan,” kata Satya.
Sebagai catatan, Jakpro telah ditunjuk Pemprov DKI untuk menggarap proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta Koridor I Fase I rute Kelapa Gading-Veldrome sepanjang 5,8 km.
Proyek LRT Jakarta akan digunakan pada gelaran Asian Games XVIII yang digelar Agustus nanti.
Proyek LRT Jakarta ini dibangun dengan total anggaran APBD DKI Jakarta senilai Rp7,4 triliun. Dari anggaran tersebut, Rp538 miliar dialokasikan untuk pembelian 8 set Light Rail Vehicle (LRV) atau 16 gerbong kereta. Satu set LRV memiliki dua gerbong kereta LRT.
Dengan 16 gerbong, diharapkan LRT Jakarta mampu menampung 6.480 penumpang per jam atau 110.000 penumpang per hari. Setelah iven Asian Games 2018, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Veldrome diharapkan mampu mengurangi beban kendaraan dan kemacetan di sepanjang rute tersebut.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.