Warga Datangi Kepala Desa Nelle Urung, Protes SKTM

Editor: Koko Triarko

675
MAUMERE – Sekitar 100 warga Dusun Kolibuluk dan Detung mendatangi Kantor Desa Nelle Urung, Kecamatan Nelle, guna mempersoalkan pemberian Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dinilai warga pilih kasih dan menyalahi aturan yang berlaku.

“Kepala Desa tidak mau tanda tangan SKTM yang dipergunakan untuk berobat di rumah sakit. Banyak masyarakat meminta, tetapi kepala desa bersikeras tidak mau memberikan surat tersebut,” kata Alfonsa Eufemia Asri, Wakil Ketua BPD Desa Nelle Urung, Jumat (6/7/2018).

Wakil Ketua  BPD Nelle Urung, Alfonsa Eufemia Asri. -Foto: Ebed de Rosary
Menurut Alfonsa, Kepala Desa beralasan pemberian SKTM harus melihat terlebih dahulu apakah warga yang meminta surat tersebut berasal dari keluarga mampu atau tidak mampu. Tapi bila dilihat, banyak masyarakat yang meminta surat tersebut, tapi Kepala Desa tidak mau memberikannya.

“Kami melihat, Kepala Desa pilih kasih dalam memberikan SKTM, sebab banyak warga yang mendukungnya diberikan, sementara yang suka mementang kebijakannya atau mengkritik dia pasti tidak dilayani kalau meminta SKTM,” terangnya.

Warga bersama BPD Nelle Urung, kata Alfonsa, sejak pagi datang ke Kantor Desa dan ingin meminta klarifikasi soal ini, serta meminta Kepala Desa menandatangani berita acara, agar bisa mengeluarkan SKTM bila warga memintanya.

Namun, Kepala Desa bersikeras tidak mau menandatangani surat berita acara tersebut, dan meninggalkan pertemuan, karena ada telepon yang mengatakan di rumahnya ada tamu yang menunggu.

Maria Angelina Deya, Kepala Dusun Kolibuluk menambahkan, Kepala Desa mengatakan, bahwa apa yang dilakukannya adalah kebijakan, namun dia tidak bisa membedakan apa itu kebijakan atau aturan.

“Segala sesuatu yang dibuat semaunya dia saja, tidak bisa dibedakan mana aturan dan mana yang dimaksudkan kebijakan. Masyarakat tidak mau terima, karena pemerintah kabupaten Sikka menyiapkan dana bagi masyarakat yang tidak mampu bila berobat dan dirawat di rumah sakit, tetapi harus mengurus surat SKTM dari desa dulu,” terangnya.

Martinus Markus, anak dari almarumah Wiliborda Mikaela yang meninggal di rumah sakit umum TC Hillers Maumere, menyesalkan apa yang dilakukan Kepala Desa, sehingga ibunya yang dirawat meninggal dunia, sebab dirinya tidak memiliki dana untuk biaya pengobatan.

“Kami sudah minta Kepala Desa membuat SKTM, namun Kepala Desa tidak mau memberikannya. Ada warga lainnya yang kurang mampu dan masuk rumah sakit karena digigit ular, Kepala Desa tidak mau membuat surat SKTM, sehingga warga merasa kesal dan mau minta pertanggungjawaban Kepala Desa,” sebutnya.

Warga dan BPD Nelle Urung berulangkali meminta, agar Kepala Desa menandatangani surat berita acara yang dibuat, namun Kepala Desa tetap bersikeras tidak mau, dengan alasan harus konsultasi dahulu dengan Camat dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terlebih dahulu.

Warga dan BPD Nelle Urung akhirnya mendatangi Kantor Camat Nelle, mangadukan permasalahn tersebut, dan Camat pun mempertemukan Kepala Desa, BPD dan perwakilan warga serta meminta agar surat berita acara diubah redaksinya dan ditandatangani semua pihak.

Baca Juga
Lihat juga...