Warga Padan Manfaatkan Lahan Terbatas untuk Budidaya Perikanan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

319

LAMPUNG — Lahan perkarangan yang terbatas ditangan Juhari (60) bukanlah suatu hal yang menghalangi untuk dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Memanfaatkan sumber air yang melimpah dari Gunung Rajabasa, warga desa Padan kecamatan Penengahan ini menyulap lahan sempit sebagai lokasi budidaya perikanan dan pertanian.

 

“Kami memanfaatkan potensi pekarangan sebagai sumber pemenuhan ekonomi keluarga tanpa harus membeli terutama untuk bumbu, sayuran dan lauk ikan air tawar,” terang Juhari saat ditemui Cendana News, Sabtu (21/7/2018)

Pemanfaatan pekarangan berangkat dari pelatihan yang pernah diikutinya pada era Presiden Soeharto. Tepatnya saat kegiatan jambore nasional pramuka di pusat pendidikan dan pelatihan pramuka nasional di taman rekreasi Wiladatika Cibubur.

Berbekal cara pemanfaatan lahan serta tersedianya air yang cukup, pensiunan pegawai negeri sipil tersebut menerapkan ilmu yang pernah diperoleh selama pelatihan.

Kelapa gading, sawo, mangga dan sejumlah sayuran ditanam di pekarangan [Foto: Henk Widi]
Berbagai jenis tanaman di sekitar pekarangan bahkan tumbuh subur, di antaranya kelapa gading, mangga, berbagai sayuran dalam pot dan polybag bahkan kakao.

Hasilnya ia tidak harus membeli sayuran dan bumbu sehingga bisa menghemat pengeluaran. Cara tersebut diterapkan sebagai salah satu upaya meningkatkan gizi keluarga yang juga diterapkan sang isteri setelah mengikuti program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang gencar dilakukan saat era presiden Soeharto.

“Pembekalan ilmu dan segala hal berkaitan dengan pemberdayaan keluarga masih saya pertahankan hingga sekarang sesuai potensi yang ada di desa kami,” terang Juhari.

Air yang mengalir tanpa henti bahkan dimanfaatkan oleh Juhari untuk membuat kolam permanen. Kolam tersebut dipergunakan untuk memelihara ikan gurami, nila dan bawal air tawar.

Sumber pakan alami berupa daun talas dan pakan pabrik dipergunakan untuk membesarkan ikan yang dipelihara. Jangka sekitar enam bulan sebagian bisa dipanen dan dijadikan lauk untuk kebutuhan keluarga.

Selain Juhari warga lain yang memanfaatkan pekarangan di antaranya Toni yang memiliki kolam terpal. Ia mempergunakan kolam terpal untuk mencegah kolam longsor karena kondisi tanah berada di lereng gunung Rajabasa.

“Air kolam ini kerap dipergunakan untuk menyiram tanaman sayuran saat musim kemarau sekaligus untuk memelihara ikan,” ungkap Toni.

Budidaya ikan dalam kolam di wilayah desa Padan dengan kondisi air yang selalu berganti disukai konsumen. Air yang selalu berganti disebutnya membuat kondisi ikan lebih sehat dan disukai oleh sejumlah pedagang kuliner penyedia makanan ikan air tawar. Memanfaatkan pekarangan disebutnya sekaligus menjadi cara untuk melakukan penghematan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga
Lihat juga...