Warga Penengahan Manfaatkan Buah Lobi-lobi untuk Obat Tradisional

Editor: Mahadeva WS

194
Buah lobi lobi matang dengan warna merah tua bisa dimakan langsung atau dijadikan jus [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG – Keberadaan pohon lobi-lobi atau dikenal loba lubi (Flaccourtia Inermis) di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan masih dipertahankan warga. Pohon yang ada saat ini dipelihara oleh warga meski usianya sudah mencapai puluhan tahun.

Peni (40), salah satu warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut, buah lobi-lobi dicari warga untuk berbagai keperluan. Buah yang selalu muncul tanpa mengenal musim tersebut menjadikan masyarakat mudah untuk memperolehnya.

Lobi-lobi dicari warga untuk membuat rujak serta dimakan dalam kondisi segar. Ciri khas buah lobi-lobi adalah berwarna hijau saat muda dan merah saat sudah tua atau masak. Buah lobi-lobi memiliki kandungan air yang sedikit dan memiliki banyak biji. Mengkonsumsi buah tersebut dipercaya bisa membantu menjaga kesehatan tubuh.

Peni memetik buah lobi lobi pesanan salah satu warga untuk obat tradisional [Foto: Henk Widi]
Peni menyebut, sebagian tetangga menjadikan lobi-lobi untuk obat tradisional. “Buah lobi-lobi memiliki rasa kecut sehingga kerap digunakan untuk obat sariawan bagi anak-anak bahkan untuk orang dewasa,” terang Peni salah satu warga pemilik pohon lobi lobi saat ditemui Cendana News, Jumat (20/7/2018).

Selain untuk sariawan, buah lobi-lobi juga dipercaya bisa menyembuhkan sejumlah penyakit seperti diare. Saat sang anak menderita diare, Peni membuat jus buah lobi-lobi untuk diminumkan ke anak. Kearifan lokal memanfaatkan lobi-lobi sudah diturunkan dari orang tua-nya sejak lama.

Selain dikonsumsi secara langsung, buah lobi-lobi juga dijadikan jus. Pembuatan jus dilakukan untuk mengurangi rasa asam yang terkandung di buah tersebut. Penambahan bahan lain menjadikan jus buah lobi-lobi bisa disimpan dalam lemari pendingin. “Saat saya kecil buah ini bisa ditumbuk dengan garam dan gula agar rasanya lebih enak,sekarang bisa diblender dan dijus dengan campuran madu tanpa mengurangi khasiat,” terang Peni.

Warga lainnya, Siswadi menyebut, mencari buah lobi-lobi untuk dikonsumsi anaknya yang berusia empat tahun saat terkena sariawan. “Pengalaman saya saat masih kecil terkena sariawan saya diminta memakan lobi-lobi dan sembuh maka saya mencari buah ini untuk anak,” papar Siswadi.

Sebagai buah lokal yang masih dipertahankan warga, Siswadi menyebut jarang menemukan pohon tersebut. Beruntung masih ada warga yang mempertahankan pohon buah tersebut sebagai sumber bahan obat alternatif atau tradisional. Siswadi mengaku sedang mencari bibit buah lobi-lobi untuk ditanam di pekarangan rumahnya.

Selain untuk sariawan, buah lobi-lobi juga dipercaya bisa untuk pereda radang tenggorokan, asma dan sejumlah penyakit lain. Buah lobi-lobi yang memiliki banyak khasiat disebut Siswadi juga memiliki keunggulan tidak mengenal musim sehingga buahnya bisa ditemui di segala musim. Sebagian buah yang sudah matang akan rontok menyisakan buah hijau dan sebagian bunga yang tersedia sepanjang musim.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.