Warga Sumsel Bangga Miliki LRT

345
Ilustrasi Kereta Api - Foto Dok. CDN

PALEMBANG  – Sejumlah warga Sumatera Selatan mengatakan bangga daerahnya memiliki infrastruktur modern kereta layang ringan atau “Light Rail Transit/LRT dalam Kota Palembang.

Muhammad Rusli (62), warga Kelurahan Lawang Kidul, Palembang, Sabtu, mengatakan dirinya masih tidak percaya kota tempat kelahirannya memiliki LRT.

“Jelas saya bangga sekali, apalagi LRT ini menjadi yang pertama di Indonesia,” kata Rusli yang dijumpai di sela-sela acara pemberian sertifikat tanah hak milik oleh Presiden Joko Widodo.

Ia yang berprofesi sebagai pedagang buah keliling ini, mengatakan dirinya sudah tidak sabar untuk mencoba LRT itu. Namun, mengenai bagaimana caranya, ia mengaku belum memahaminya.

“Tentunya saya mau mencobanya, tapi belum tahu bagaimana. Apa membeli tiket, atau gratis, atau bagaimana,” kata ayah tiga anak ini.

Senada, Kepala Dusun III Desa Sigam Kayal Sari, Kabupaten Muara Enim, Sahbihis, mengatakan dirinya juga bangga atas dibangunnya LRT di Palembang, ibu kota provinsi Sumsel.

Ia berharap hadirnya infrastruktur modern itu dapat juga berdampak di kabupaten. Jika perlu, pemerintah juga merencanakan hal serupa, meski tidak mesti LRT.

“Tidak semua daerah ada LRT. Tentunya sebagai warga Sumsel kami sangat bangga. Apalagi sudah dicoba oleh Presiden, artinya benar-benar sudah bisa digunakan. Saya harap, pembangunan infrastruktur juga menyentuh kabupaten, karena sekarang banyak jalan rusak,” kata dia.

Sahbihis yang kesehariannya berprofesi sebagai petani karet berharap adanya LRT ini dapat berdampak pada kenaikan harga getah. Menurutnya, saat ini petani karet sangat terpukul oleh jatuhnya harga dari Rp15.000 per kg menjadi Rp7.000 per kg sejak tahun 2013.

“Semoga saja dengan adanya LRT ini dapat memancing masuknya investor, sehingga akan ada pabrik ban di Sumsel. Kita tidak boleh lagi bergantung dengan ekspor, getahnya dipakai sendiri saja,” kata dia.

Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Palembang selama dua hari, 13-14 Juli 2018 untuk sejumlah kegiatan, diantaranya meninjau pembanguan LRT.

Jokowi mengatakan dirinya lega sudah bisa merasakan secara langsung berada di dalam kereta api LRT Sumsel.

“Rasanya lebih dari yang saya rasakan saat naik LRT di Eropa. Lebih lagi yang membuat saya senang, LRT ini kontruksinya 95 persen merupakan lokal konten,” kata Jokowi.

LRT Sumsel membentang dari Bandara SMB II hingga kawasan Kompleks Olahraga Jakabaring Sport City sejauh 23,40 km yang terdiri dari 14 stasiun. Pembangunan LRT Sumsel ini mengeluarkan dana investasi Rp10,9 triliun atau turun dari penetapan awal Rp12,5 triliun.

Saat ini proses uji kereta api sudah sampai pada stasiun pemberhentian terakhir. Selain itu, pihak otoritas saat ini sedang menguji standar kelayakan untuk mengeluarkan sertifikasi terkait keselamatan kontruksi dan keselamatan transportasi.

LRT Sumsel ini diharapkan dapat digunakan saat Asian Games XVIII pada Agustus 2018. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...