WVI Dorong Perbaikan Layanan Kesehatan

Editor: Satmoko Budi Santoso

334

MAUMERE – Kegiatan Suara dan Aksi Warga Negara untuk Akuntabilitas Pemerintah dan Peningkatan Layanan Dasar Kesehatan Ibu dan Anak dilaksanakan Wahana Visi Indonesia (WVI) sejak tahun 2014 di 60 desa yang terletak di 11 kecamatan di Kabupaten Kupang serta Sikka Provinsi NTT. Bertujuan meningkatkan layanan kesehatan.

“Program ini didukung oleh Bank Dunia melalui program Global Partnership for Social Accauntability (GPSA). Dari evaluasi yang dilakukan, ada peningkatan layanan kesehatan oleh petugas Dinas Kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada warga di desa tersebut,” sebut Program Manajer GPSA, WVI, Andreas Sihotang, Sabtu (7/7/2018).

Andreas Sihotang, Program Manager GPSA, Wahana Visi Indonesia (WVI). Foto : Ebed de Rosary

Andreas menjelaskan, melalui program ini, masyarakat di 20 desa di Kabupaten Sikka dan 40 desa lainnya diajak untuk mengenal hak dan kewajiban sebagai warga negara. Mereka juga mengenal peraturan dan kebijakan pemerintah terutama menyangkut standar pelayanan yang harus dipenuhi. Seperti fasilitas layanan kesehatan ibu dan anak misalnya Posyandu, Polindes dan Puskesmas.

“Lewat pemantauan standar, warga desa bisa membandingkan kondisi aktual pelayanan kesehatan yang mereka dapatkan. Standar pelayanan yang tersedia sesuai dengan aturan dan kebijakan pemerintah yang telah dibuat,” ungkapnya.

Andreas menambahkan, masyarakat juga diajak untuk memberikan penilaian dengan menggunakan kartu penilaian. Masyarakat menilai kinerja layanan yang tersedia berdasarkan harapan yang mereka inginkan.

“Hasil dari pemantauan standar dan kartu penilaian ini, akan didialogkan dalam pertemuan tatap muka antara masyarakat, penyedia layanan dan pemerintah untuk menyepakati rencana aksi yang harus dilakukan untuk peningkatan pelayanan dasar,” terangnya.

Andreas menjelaskan, empat tahun melaksanakan program WVI bersama dengan pemerintah Kabupaten Kupang, Sikka, dan TTU, menyelenggarakan kegiatan festival pembelajaran suara dan aksi warga negara.

Task Team Leader GPSA Bank Dunia, Ali Subandoro menyebutkan, perhatian terhadap akuntabilitas sosial meningkat, seiring dengan perkembangan global. Perkembangan teknologi komunikasi menjadi salah satu faktor yang mengubah cara masyarakat untuk bisa terlibat dalam program pemerintah.

“Untuk itu bank dunia bekerjasama dengan WVI turut mendorong upaya keterlibatan masyarakat dalam program pemerintah serta penguatan kerjasama antara masyarakat, penyedia layanan. Sudah terbukti berdampak positif pada peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu serta anak,” sebutnya.

Ali berharap, melalui program ini, pemerintah tidak hanya memperkenalkan keberhasilan di tingkat lokal atau nasional, tapi global. Tentu masukan yang diberikan masyarakat harus ditindaklanjuti untuk mencapai perubahan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Baca Juga
Lihat juga...