Yasonna Mengaku tak Kenal Irvanto

Editor: Koko Triarko

220
JAKARTA – Mantan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia perioade 2009-2014, Yasonna Hamonangan Laoly, mengaku tak mengenal Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, tersangka dalam kasus perkara dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-El.
Hal itu disampaikannya kepada wartawan, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi tersangka Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP-El, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Merah Putih Jakarta, Senin (2/7/2018).
Menurut Yasonna, materi pertanyaan yang disampaikan penyidik KPK tidak jauh berbeda dengan pertanyaan yang pernah disampaikan sebelumnya. Hanya tersangkanya saja yang berbeda, dan ia mengaku tak mengenalnya.
“Tadi sempat diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Irvanto, namun sebenarnya saya tidak kenal sama sekali serta tidak pernah berhubungan sebelumnya”, kata Yasonna.
Sebelum ini, Yasonna memang pernah diperiksa beberapa kali sebagai saksi dalam kasus yang sama, namun untuk tersangka yang berbeda. Yasonna pernah menjabat sebagai anggota dewan periode 2009-2014, sedangkan proyek pengadaan KTP-El berlangsung sejak 2011-2012.
Dirinya sebelumnya pernah dimintai keterangannya untuk tersangka Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Setya Novanto, Markus Nari, Anang Sugiana Sudihardjo, Made Oka Masagung dan Markus Nari.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan tersangka dalam persidangan, Yasonna disebut-sebut pernah menerima aliran dana proyek KTP-El sebesar 84 ribu Dolar Amerika (USD). Namun demikian, keterlibatan Yasonna dalam kasus tersebut hingga hari ini untuk belum bisa dibuktikan.
Yasonna berulangkali membantah dan menyatakan, bahwa dirinya tidak pernah merasa menerima atau ikut menikmati aliran dana KTP-El, meskipun saat itu masih tercatat sebagai anggota dewan.
Saat ini, Yasonna menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia.
Sementara itu, penyidik KPK sudah mulai mengembangkan penyelidikan babak baru dalam kasus KTP-El. Tujuannya untuk membidik nama-nama baru calon tersangka yang diduga selama ini telah menerima atau ikut menikmati aliran dana kasus KTP-El, yang berpotemsi merugikan anggaran keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun.
Namun, saat ini penyidik KPK masih fokus menyelesaikan berkas perkara tersangka Irvanto dan Made Oka, untuk kemudian segera dilimpahkan ke penuntutan atau disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.