20 IKM Siap Tempati Sentra Industri Teritip

Editor: Satmoko Budi Santoso

210
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung - Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Sedikitnya 20 Industri Kecil Menengah (IKM) Perikanan dan Pertanian di Balikpapan telah siap menempati rumah produksi Sentra Industri Teritip yang berada di kawasan Timur.

Saat ini sentra industri tersebut telah memasuki tahap pemasangan listrik dan sebagian rumah produksi telah dibangun serta akan diselesaikan pembangunan fisiknya hingga tahun 2019.

Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Balikpapan, mengharapkan, tahun 2019 nanti Kementerian Perindustrian mengucurkan bantuan anggaran untuk penyelesaian fisik seperti pembangunan 28 rumah produksi dan lainnya.

“Di Balikpapan ada dua sentra industri yaitu di Somber untuk perajin tahu tempe dan Teritip yang diperuntukkan UKM perikanan serta pertanian. Juga olahan bahan mentah menjadi bahan jadi,” ucap Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, sentra UKM akan menjadi wadah pengembangan hilirisasi produk-produk pertanian, kelautan dan perikanan. “Sementara 20 IKM yang siap dulu dan pembangunan fisiknya sudah siap. Sehingga IKM tersebut sudah dapat memanfaatkan, tetapi tunggu pemasangan listrik selesai. Mengingat sekarang dalam tahap pemasangan,” paparnya.

Doortje menjelaskan, IKM yang masuk juga sudah memiliki izin dan memiliki produk yang bisa diolah dengan bahan hasil laut atau perikanan maupun pertanian. Hasil pertanian dan perikanan itu merupakan hasil produksi yang ada di kawasan Balikpapan Timur.

“Lebih banyak pada olahan makanan kemudian nanti diolah apa. IKM yang masuk adalah yang sudah eksisting, sesuai dengan hasil di daerah perikanan dan pertanian di kawasan timur,” sebut Doortje.

Selanjutnya, setelah IKM masuk dan memproduksi olahan, kata Doortje, mereka menggunakan rumah produksi tanpa dikenakan biaya. Namun pemerintah tetap melakukan evaluasi hingga IKM mandiri.

“Sampai mereka mandiri kita lihat. Dievaluasi setelah nanti menempati apalagi ada alat yang digunakan bersama-sama,” tandasnya.

Doortje menambahkan, saat ini belum ada peralatan, namun kementerian perindustrian mengharapkan ada peran APBD Kota untuk pengadaan peralatan pengolahan membantu UKM.

“Fasilitas penunjang tidak diperbolehkan menggunakan dana DAK, diharapkan APBD ada berperan. Untuk perlengkapan peralatan dari Pemerintah Kota,” tutupnya.

Untuk diketahui, pembangunan sentra industri Teritip ini dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan dana Pemerintah Pusat. Lahan disediakan oleh Pemerintah Kota Balikpapan.

Baca Juga
Lihat juga...