25 Orang Pelanggar Perda di Denpasar Disidang Tipiring

Editor: Koko Triarko

1.982
DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar,  melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar, menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring), dalam upaya menegakkan Perda tentang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
Tindakan pidana ringan di antaranya pelanggaran KTR, parkir sembarangan, pelanggaran IMB, membuang sampah sembarangan, membuang limbah ayam dan para pembuang limbah babi, dilakukan terhadap 25 orang pelanggar.
Sidang Tipiring dilakukan di Kantor Camat Denpasar Timur, dipimpin Hakim Sri Wahyuni Ariningsih SH., MH.
Hakim Sri Wahyuni, menjatuhkan denda mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta kepada 25 pelanggar perda. Terdiri dari 7 orang pelanggar KTR, 3 orang parkir sembarangan,  2 orang pelanggar IMB, 1 orang membuang sampah, 1 orang pembuang limbah ayam dan 11 orang membuang limbah babi.
“Tindakan tersebut kami lakukan untuk menyadarkan dan memberikan efek jera kepada masyarakat pelanggar Perda. Dan, yang datang dalam sidang kali ini hanya sebagian, karena secara keseluruhan yang ditangkap tangan oleh Tim DLHK dan Satpol PP Kota Denpasar sebanyak 44 orang. Bagi yang tidak  hadir saat ini, akan disidang di Pengadilan Negeri Denpasar,” ujar Kepala DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada Senin, (27/8/2018).
Wisada menambahkan, sidang ini harus dilakukan dalam upaya pencegahan pencemaran yang dilakukan oleh masyarakat Denpasar, guna mewujudkan Kota Denpasar bersih yang lestari sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2015.
Ia mengaku, khusus pelanggar yang ditangkap pihak DLHK sebanyak 22 orang. Ada yang membuang sampah tidak pada tempatnya, membuang limbah tahu, limbah ayam dan limbah  lainnya.
“Khusus pelanggar limbah yang membandel, dalam sidang kali ini kami panggil lagi karena tidak melaksanakan standar pengelolaan limbah sesuai standar. Namun ada di antara mereka yang tidak datang, maka akan dilakukan Sidang Tipiring di Kantor Pengadilan Negeri Denpasar,” ungkapnya.
Dan, jika setelah disidang tipiring masih membandel, pihaknya akan menutup paksa peternakan tersebut, sehingga masyarakat yang bermukim di wilayah itu merasa tidak terganggu.
Sementara itu, Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, Sidang Tipiring kali ini berkolaborasi dengan DLHK Kota Denpasar.
Dari sidang tipiring ini, Hakim menjatuhkan denda  Rp150 ribu kepada pelanggar KTR,  pelanggar salah parkir didenda Rp500 ribu, bangunan gedung tanpa IMB didenda Rp1 juta ditambah ongkos perkara dua ribu rupiah.
“Sidang Tipiring ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Mengingat sidang ini sebagai langkah pembinaan, yang artinya kegiatan ini untuk memasyarakatkan atau mensosialisasikan Peraturan Daerah, agar masyarakat paham, bahwa di daerahnya ada aturan yang mengatur. Dengan itu, kami berharap agar masyarakat  menjaga lingkungannya. Seperti motto Kota Denpasar  ‘Rumahku Kotaku Denpasar’,” pungkas Anom Sayoga.
Baca Juga
Lihat juga...