28 Ribu Kelapa Sawit di Kaltim Perlu Diremajakan

Editor: Satmoko Budi Santoso

474
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Ujang Rachmad - Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim menyatakan, 28 ribu hektar tanaman kelapa sawit perlu dilakukan peremajaan (di-reflenting), menyusul tanaman kelapa sawit mengalami kerusakan.

Ada pun jumlah luasan kelapa sawit di Kaltim mencapai 1,2 juta hektar plasma dan kebun rakyat seluas 292 ribu hektar.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad, mengungkapkan, jumlah yang perlu direncanakan itu termasuk tanaman kelapa sawit yang dimiliki perusahaan. Namun apabila tidak dihitung dengan perusahaan atau milik rakyat, maka yang perlu diremajakan tidak begitu banyak.

“Kalau dikurangi kebun inti (perusahaan) tentu jumlahnya semakin sedikit. Yang tercatat itu potensi yang perlu diremajakan,” katanya, Senin (6/8/2018).

Berdasarkan Ditjen Perkebunan Kementan, diketahui, seluruh kabupaten dan kota yang memiliki potensi 28 ribu tersebut secara resmi disepakati 6.165 hektar. Dijelaskannya dari usulan itu, yaitu Kabupaten Paser khususnya Kecamatan Paser Balengkong, Kuaro dan Long Ikis, mencapai 6.165 hektar.

“Peremajaan ini bicara tahun 2017-2018 ada sekitar 172 ribu hektar sudah diusulkan dari Koperasi Sawit Jaya,” sebut Ujang.

Menurutnya, potensi Kaltim untuk kebun rakyat yang sudah masuk usulan itu dari Paser awalnya 17 ribu hektar dan setelah dilakukan cek dan ricek datanya diperoleh dengan jumlah tersebut.

Ujang Rachmad menjelaskan, usulan 2017 yang telah diproses pada 2018 seluas 318 hektar milik KUD Tani Subur dari Kuaro, tengah direvisi, rekomendasinya diusulkan agar mendapat rekomteknya.

“Peremajaan kelapa sawit, Pemprov memiliki target dalam renstra Disbun hingga 2023. Secara gradual kita meremajakan hingga 1.500 hektar,” bilang Ujang.

Selain itu, pihaknya juga mengajak instansi teknis dan Apkasindo di kabupaten dan kota untuk melakukan pendataan guna pengusulan peremajaan sawit rakyat (PSR).

“Kita bersama-sama bersinergi untuk saling mengusulkan peremajaan. Karena nasional mempunyai target 185 ribu hektar dan masih belum terpenuhi,” ujarnya.

 

Baca Juga
Lihat juga...