31.638 Anak di NTT Dapatkan Imunisasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

1.007

MAUMERE – Dari total sebanyak 1.743.559 orang anak di Provinsi NTT yang harus menjalani imunisasi campak dan rubella secara massal, setelah dua hari pelaksaan imunisasi, baru sebanyak 31.638 anak yang sudah mendapatkan imunisasi dan tersebar di 18 kabupaten serta
kota.

“Ada 4 kabupaten yakni Nagekeo, Ngada, Timor Tengah utara (TTU) dan Sabu Raijua yang belum memasukkan data. Sampai saat ini, sasaran yang sudah melakukan imunisasi Measles Rubella (MR) di NTT sudah mencapai 1,81 persen atau sekitar 31,638 orang,” sebut drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan NTT, Jumat (3/8/2018).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu
Mere, M. Kes. Foto: Ebed de Rosary

Kepada Cendana News, Dominikus mengatakan, pihaknya membuka posko di Dinas Kesehatan NTT. Setiap hari, setiap pagi dan sore harus melaporkan kepada Kementerian Kesehatan RI sehingga diharapkan di hari kedua pelaksanaan imunisasi campak dan rubella jumlahnya bisa
bertambah.

“Data yang didapat dari posko menyebutkan bahwa yang telah menerima imunisasi measles rubella paling banyak berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 5.801 atau sekitar 4,36 persen,” jelasnya.

Vaksin untuk campak dan rubela, sebut Dominikus, dikirim dari Kementerian Kesehatan RI dalam 4 tahap. Tahap pertama sebanyak 25 persen, sudah dikirimkan ke setiap kabupaten dan kota di NTT. Pihaknya berharap agar pelaksanaan vaksin bisa berhasil sesuai target.

Angelina Crisabel, siswi SMAK Bhaktyaras Maumere kelas X Mipa II mengaku, awalnya sempat takut melaksanakan imunisasi rubella. Namun generasi muda seperti dirinya harus berani menjalankan karena imunisasi ini berguna bagi kesehatan. Apalagi dilakukan kepada semua anak Indonesia, bukan hanya di Sikka.

“Saya pernah mengetahui penyakit ini dengan melihat berita di televisi dan membaca di koran sehingga memberanikan diri mengikuti imunisasi rubella. Sebagai generasi muda bangsa kita harus siap berkorban apalagi ini demi kepentingan ke depan,” sebutnya.

Sandro, pelajar SMPK Virgo Fidelis juga mengaku, mengetahui informasi mengenai vaksin campak dan rubella dengan melihat berita di televisi dan banyaknya spanduk yang dipasang di jalan-jalan di kota Maumere.

“Saya berharap agar semua anak di Sikka yang berumur di bawah 15 tahun mengikuti imunisasi ini. Untuk mencegah agar tidak terkena penyakit ini. Saya dipilih mewakili sekolah untuk vaksin perdana sehingga saya harus menyiapkan diri dan mencari tahu tentang
penyakit ini,” tuturnya.

Data yang didapat dari Kepala Dinas Kesehatan NTT menyebutkan, untuk sementara vaksin campak dan rubella sudah dilakukan kepada anak di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 2,310 orang atau 1,52 persen, Sumba Barat Daya berjumlah 5,801 anak atau 4,36 persen dan Kabupaten Kupang 3,796 anak atau 3,06 persen.

Selain itu, di Kabupaten Manggarai sudah dilaksanakan pada 1,831 anak atau 1,56 persen, Manggarai Timur 227 atau 2,91 persen, Manggarai Barat 1,535 atau 0,23 persen, Sikka 2.730 atau 1,56 persen, Sumba Timur 2.220 atau 2,93 persen, Flores Timur 108 atau 0,14 persen serta Kota Kupang 3,052 anak atau 1,56 persen.

Selain itu di Kabupaten Ende sebanyak 1,990 anak atau 2,53 persen, Belu 594 (0,82 %), Malaka 923 (1,4 %), Alor 1,213 (1,87 %), Rote Ndao 1,633 (3,16 %), Sumba Barat 888 (1,95 %), Lembata 773 (1,57%) dan Kabupaten Sumba Tengah baru 14 anak atau 0,05 persen.

Baca Juga
Lihat juga...