48 Pegadaian Swasta di Makassar Belum Kantongi Izin OJK

146
Ilustrasi -Dok: CDN
MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), mencatat hanya dua dari 50 perusahaan gadai swasta yang beroperasi di Makassar dan Kabupaten Gowa yang telah mengantongi izin dari pihaknya.
Kepala OJK 6 Sulampua, Zulmi, mengatakan, kedua pelaku usaha pergadaian yang telah terdaftar di OJK sebagai Perusahaan Pergadaian, yaitu Fiqri Cell dan CV. Mitra Aci Global Perkasa (Persiden HP).
“Sementara untuk 48 perusahaan gadai lainnya belum memiliki izin dari OJK. Sebanyak 50 perusahaan gadai itu sudah kita panggil dan melakukan sosialisasi, namun hanya dua yang mengurus,” katanya.
Ia menjelaskan, sesuai Peraturan OJK 31/2016 tentang Usaha Pergadaian, ditegaskan untuk menciptakan usaha pergadaian yang sehat, memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha pergadaian, dan perlindungan Konsumen, seluruh perusahaan pergadaian wajib terdaftar dan berizin di OJK. Dan, perusahaan pegadaian yang telah melakukan kegiatan gadai sebelumnya, dapat melakukan pendaftaran selambatnya 27 Juli 2018 dengan berbagai relaksasi ketentuan.
“Setelah melewati tanggal 29 Juli 2018, relaksasi ketentuan sudah tidak berlaku lagi, dan untuk selanjutnya mekanisme permohonan izin tetap dapat dilakukan setiap saat pada jam kerja,” ujarnya.
OJK Sulampua terus mengingatkan masyarakat untuk berupaya menghindari perusahaan gadai yang tidak memiliki izin, demi menjaga potensi kerugian atau menjadi korban penipuan.
“Ada pun perusahaan gadai milik swasta yang beroperasi di wilayah kerja kami memang belum memiliki izin, dan tentu kita imbau agar masyarakat bisa bersikap cerdas dalam memilih tempat gadai,” ujarnya. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.