Adik Inneke Diperiksa KPK Terkait Suap Mobil Mantan Kalapas

Editor: Makmun Hidayat

171
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah - Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sekaligus memeriksa Ike Rahmawati, adik artis Inneke Koesherawati. Ike dimintai keterangan sebagai saksi terkait proses pemesanan mobil yang diduga sebagai suap kepada mantan Kalapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husein.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa Ike sempat ditanyai penyidik seputar proses pemesanan dan pengantaran 2 unit mobil mewah. Mobil tersebut diduga merupakan suap atau gratifikasi yang diberikan kepada Wahid, saat dirinya masih menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin selama 4 bulan.

“Penyidik KPK memerlukan keterangan saksi Ike Rahmawati untuk mengkonfirmasi seperti apa sebenarnya proses pemesanan mobil tersebut, kemudian bagaimana pengantaran mobil tersebut hingga diterima tersangka Wahid Husen” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Saat ditanya wartawan lebih detail terkait apa sebenarnya peranan Ike dalam pusaran kasus tersebut, Febri hanya menjelaskan bahwa penyidik KPK menduga bahwa yang bersangkutan mengetahui terkait pemesanan mobil.

“Untuk sementara kami belum bisa menyampaikan apa sesungguhnya peranan Ike dalam kasus tersebut, namun yang jelas penyidik memanggil dirinya karena ingin mendapatka informasi sejauh mana pengetahuannya terkait proses pemesanan hingga pengantaran mobil tersebut kepada tersangka,” kata Febri Diansyah.

Menurut Febri, Ike diperiksa penyidik karena kakaknya yaitu Inneke Koesherawati merupakan istri Fahmi Darmawansyah. Fahmi sebelumnya telah dijebloskan kedalam sel tahanan Lapas Sukamiskin setelah terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap atau gratifikasi proyek pengadaan alat komunikasi satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia.

Febri menerangkan, penyidik KPK menduga bahwa Fahmi merupakan pihak pemberi 2 mobil mewah dan sejumlah uang tunai kepada Wahid. Tujuan pemberian tersebut agar Fahmi mendapatkan sejumlah fasilitas tambahan di dalam sel tahanannya.

Petugas KPK berhasil menemukan dan menyita 2 unit mobil Mistsubishi Strada Triton Double Cabin dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar. Kedua mobil tersebut diamankan dari rumah tersangka Wahid diduga merupakan pemberian Fahmi.

Hingga saat ini penyidik KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pemberian fasilitas tambahan di sel Lapas Sukamiskin. Tersangka yang diduga sebagai penerima masing-masing adalah Wahid Husen dan Hendry Saputra, Staf Kalapas Sukamiskin.

Sementara dua tersangka lainnya yang diduga sebagai pemberi suap atau penyuap adalah Fahmi dan Andri Rahmat. Andri merupakan seorang terpidana kasus Tindak Pidana Umum (Tipidum) yang kebetulan merupakan teman satu sel dengan Fahmi Darmawansyah.

Baca Juga
Lihat juga...