AMAN Nusa Bunga: Masyarakat Adat Sering Dirugikan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

162

ENDE — Permasalahan atau sengketa terkait dengan hak ulayat terutama tanah antara pemerintah dan komunitas adat di wilayah pulau Flores dan Lembata terus terjadi, dimana masyarakat adat sering merasa terpinggirkan dan selalu dirampas hak-haknya.

“Dalam berbagai kasus sengketa masyarakat adat dan pemerintah, masyarakat adat sering dirugikan sehingga kami dari AMAN Nusa Bunga berupaya untuk memperjuangkan Peraturan Daerah terkait masyarakat adat di beberapa kabupaten di wilayah Flores dan Lembata,” sebut Philipus Kami, Ketua Alianasi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga, Jumat (24/8/2018).

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga yang meliputi wilayah Flores dan Lembata, Philipus Kami. Foto : Ebed de Rosary

Dikatakan Philipus,b erbagai kasus yang terjadi seperti komunitas adat Saga di Ende yang memperjuangkan tanah ulayat yang diklaim pemerintah masuk dalam kawasan hutan lindung, serta yang terakhir soal masyarakat adat Rendu yang menolak pembangunan waduk di atas tanah ulayat mereka, sering membuat masyarakat adat mengalami kerugian.

“Sering terjadi konflik yang berkepanjangan dan tidak ada titik temu sehingga masyarakat adat pun tidak dapat melakukan aktifitas keseharain mereka seperti berkebun dan selalu dihantui ketakutan, sebab permasalahan tidak segera diselesaikan,” tuturnya.

Untuk itu, sebut anggota DPRD Ende ini, Rakerwil AMAN Nusa Bunga yang diselenggarakan dapat menyatukan pandangan dalam menghadapi permasalahan yang terjadi, terutama antara komunitas adat dengan pemerintah daerah, khususnya masalah tanah ulayat.

“Rakerwil dilakukan sebagai ajang konsolidasi internal guna mengevaluasi kinerja selama satu tahun. Kita ingin melihat kembali apa yang sudah dibuat dan apa yang akan dikerjakan satu tahun ke depan sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan,” sebutnya.

Kepada Cendana News, Philipus mengharapkan Rakerwil dapat memetakan permasalahan di setiap komunitas adat.

“Kita berharap agar Rakerwil yang digelar ini bisa menghasilkan berbagai rekomendasi yang harus ditindaklanjuti agar AMAN bisa terus berbenah dan bekerja sesuai dengan misi yang telah ditetapkan organisasi,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...