Anggaran Beasiswa Perguruan Tinggi Disesuaikan Kemampuan Daerah

Editor: Satmoko Budi Santoso

206
Kasubag Keagamaan, Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Kesra Sekretaris Kota Balikpapan, Akhmad Komaruddin - Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Setiap tahun anggaran penyaluran beasiswa untuk Perguruan Tinggi tidak jauh berbeda, mengingat anggaran disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Rata-rata per tahun hanya sekitar Rp2 miliar dengan jumlah pemohon sebanyak 700 orang.

Pasalnya, saat ini Pemerintah Kota bersama DPRD Balikpapan, tengah membahas anggaran penyaluran beasiswa perguruan tinggi untuk tahun 2019. Melalui pembahasan itu dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), anggaran beasiswa sebesar Rp2 miliar.

“Kami usulkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, dan dari yang kami lihat rata-rata per tahun Rp2 miliar,” sebut Kasubag Keagamaan, Pendidikan dan Kebudayaan, Bagian Kesra Sekretaris Kota Balikpapan, Akhmad Komaruddin, Kamis (9/8/2018).

Sejak tahun lalu, penerimaan pemohon beasiswa dilakukan melalui sistem online. Menurutnya, dari kuota yang tersedia pemohon terbanyak dari strata 1 sehingga jumlah kuotanya juga lebih besar. Pemohon itu dari Diploma, S1, S2 dan S3.

“Kuota untuk menampung beasiswa itu sekitar 700 orang dari jenjang Diploma sampai S3. Kuota untuk S1 sebanyak 600 orang. Program penyaluran beasiswa itu salah satu bentuk pemerintah kota memberikan semangat kepada generasi untuk menuntut ilmu,” katanya.

Sedangkan persyaratan bagi pemohon beasiswa adalah jumlah nilai tertinggi dengan pengelompokan tiga pemohon, yaitu beasiswa jalur perguruan tinggi negeri dan swasta serta jalur khusus.

“Yang jelas persyaratan utamanya tetap KTP Balikpapan dan besok (10/8) pendaftaran sudah mulai kami buka. Untuk perguruan tinggi negeri standar nilai 2,75. Sedangkan untuk perguruan tinggi swasta dengan nilai 3.00. Jalur khusus atau kedokteran dengan nilai paling rendah 2,75,” papar pria yang akrab disapa Komar.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Jhon Ismal menjelaskan, pembahasan untuk program beasiswa perguruan tinggi tahun anggaran 2019 sudah dibahas sehingga akan dibawa ke sidang paripurna.

“Nanti tinggal dibawa ke sidang paripurna untuk pengesahan anggaran,” tandasnya.

Kendati demikian, ia kecewa, dengan persyaratan penyaluran sistem beasiswa di 2017 tahun lalu. “Persyaratan nilai penyaluran beasiswa dipukul rata antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Seharusnya tidak disamakan. Jumlah nilai yang menjadi patokan persyaratan beasiswa antara perguruan tinggi negeri dan swasta,” imbuh Jhon Ismal.

Baca Juga
Lihat juga...