Anggota DPD Minta Sosialisasi KUR Dimulai dari Desa

Editor: Makmun Hidayat

161

TANAH DATAR — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Barat, Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, meminta kepada jajaran pemerintahan di nagari/desa gencar melakukan sosialisasi tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pernyataan ini muncul dari Leo, karena adanya pengakuan dari walinagari di Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang mengeluhkan belum familiarnya mereka dengan (KUR).

“Ketika saya datang ke bank yang ditawarkan kredit komersil, bukan KUR. Jadi benar, masyarakat masih belum begitu banyak tahu tentang KUR,” kata Walinagari Sungai Patai, Irfan Zainoer, saat bertemu dengan Anggota DPD RI Leonardy, Rabu (8/8/2018).

Ia menyebutkan ada 9.000 warga yang belum begitu tahu tentang pemanfaatan KUR. Selama ini masyarakat yang berprofesi sebagai petani, hanya dapat kredit komersil.

Dari permasalahan itu, Leonardy Harmainy mengajak walinagari yang hadir dalam pertemuan itu untuk ikut serta mensosialisasikan KUR kepada warganya. Hal ini demi mendapatkan kenyataan KUR belum begitu dikenal di daerah setempat.

“Banyaknya walinagari yang tidak paham tentang KUR, ini mengkhawatirkan. Walinagari saja tidak tahu, apalagi warganya. Setelah pertemuan ini diharapkan walinagari mau bersosialisasi seputar KUR di tengah masyarakat masing-masing. Karena tadi saya telah sempat memperkenalkan KUR ke walinagari dan masyarakatnya yang hadir,” ujarnya.

Imbauan itu didasarkan Leonardy pada perhitungan betapa besarnya daya dorong terhadap perekonomian nagari. Hitungan sederhana jika ada 1.000 KK dan 50 persen diantaranya bisa mengakses KUR Rp25 juta. Berarti ada Rp12,5 miliar dana mengalir ke anak nagari.

“Walinagari kini hanya mengelola dana desaRp600 juta hingga Rp800 juta. Dana stimulan ini bagus daya dorongnya terhadap nagari. Tentu KUR yang miliaran tadi lebih besar daya dorongnya terhadap perekonomian,” ungkapnya.

Tidak hanya di daerah Sungayang, ada hal yang terjadi pada Kecamatan Tanjung Emas, yang ternyata juga belum tersosialisasikan dengan baik, terkait KUR. Warga yang tahu, hanya bisa mendapatkan pinjaman Rp25 juta saja.

Ketua KAN Saruaso, HA Dt. Panghulu Rajo, menjelaskan apabila hanya Rp25 juta, belum begitu banyak pengembangan usaha yang dilakukan. Hal ini mengingat warga di daerah tersebut, berharap agar pinjaman tersebut lebih besar lagi, agar bisa melaksanakan rencana petani dalam pengembangan usaha yang dijalani.

Diakuinya sudah banyak anak Nagari Saruaso yang mendapat pinjaman KUR dari BRI Saruaso. Anak nagari ingin mendapat lebih tapi harus ke BRI Cabang Batusangkar.

Hanya saja Dt. Panghulu Rajo mengungkapkan betapa susahnya mengakses dana di cabang tersebut, terutama soal persyaratannya yang sangat ketat.

“Sulit anak nagari mengakses KUR yang lebih besar. Kami berharap agar plafon pinjaman di unit bisa diperbesar agar anak nagari tak bersentuhan dengan pinjaman berbunga sangat besar,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Dinas Koperasi dan Perdagangan Tanah Datar, yang mewakili Kadis, Ichwandi menegaskan akan segera melaksanakan sosialisasi KUR untuk para walinagari di Tanah Datar. Bank pelaksana diminta untuk memberikan paparannya terkait KUR buat walinagari itu.

“Kita akan sesegeranya melaksanakan sosialisasi KUR ini buat para walinagari,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...