Anggota DPD RI Nilai Alokasi KUR untuk Sumbar Masih Kurang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

170

PADANG — Berbekal data dari OJK, Anggota Komite IV DPD, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa menilai besaran alokasi kredit usaha rakyat (KUR) buat Sumatera Barat masih kurang.

 

“Jika kini baru dialokasikan Rp3,8 triliun, pada 2019 harus diupayakan agar naik minimal Rp5 triliun. Ini tentu butuh dukungan semua pihak,” tegas Leonardy usai kunjungannya ke OJK Sumatera Barat, Rabu (1/8/2018).

Ia menjelaskan, berdasar data OJK, baru satu bulan dana KUR boleh dikucurkan perbankan, sudah tercatat realisasi Rp1,564 triliun. Kucuran dana itu diperuntukkan bagi 49.366 debitur.

Sebagai orang yang sejak muda telah berurusan dengan perbankan, KUR ini sangat membantu. Plafonnya bisa mencapai Rp500 juta dengan bunga yang rendah.

“Sayang jika tidak dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Sumbar dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Leonardy berharap agar OJK terus mensupport Bank Nagari agar makin banyak menyalurkan KUR, sehingga uang yang beredar di Padang banyak.

“Bukan lebih banyak yang mengalir atau dibawa ke Jakarta,” sebutnya.

Selain besaran KUR dan kinerja bank pelaksananya, Kepala OJK Darwisman juga menginformasikan tentang sektor-sektor yang perlu diperhatikan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Begitu juga daerah yang telah menunjukkan perhatiannya ke sektor tersebut.

“Saya optimis, bila potensi-potensi daerah ini tergarap dengan baik. Sumber-sumber yang terbarukan memberi harapan pula selain temuan tambang di Sijunjung,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...