Aparatur Desa di Bali Dilatih Susun Data Kependudukan

1.495
Ilustrasi -Dok: CDN
SINGARAJA – Tim Undiksha Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, telah melatih aparatur Desa Adat Kampial, Kabupaten Badung, Bali, tentang penyusunan data kependudukan yang akuntabel melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Undiksha 2018.
“PKM yang dilaksanakan di Desa Kampial, Badung pada 6-13 Agustus itu merupakan bentuk dari mengejawantahkan hubungan yang harmonis antarmanusia, sebagai bagian dari visi Undiksha sebagai universitas berbasis Tri Hita Karana,” kata Ketua Tim Pelatihan PKM Undiksha, I Made Sarmita, S.Pd.,M.Sc., di Singaraja, Buleleng, Kamis (30/8/2018).
Ia menjelaskan, harmonisasi hubungan antarmanusia dapat terwujud, manakala didasari perencanaan yang matang terkait potensi sumber daya manusia dan perencanaan sumber daya manusia dapat berjalan optimal, bila didasari oleh data yang akuntabel, khususnya data kependudukan.
“Artinya, antara data, perencanaan dan kebijakan yang diambil tidak ada penyimpangan, sehingga masyarakat sebagai objek dan subjek sasaran merasakan hasil yang maksimal, jadi data yang tepat akan menghasilkan kebijakan yang tepat pula, sehingga kebijakan itu bermanfaat,” katanya.
Menurut dia, PKM itu dilaksanakan selama seminggu pada dua mitra, yaitu aparatur Banjar Ancak dan aparatur Desa Adat Kampial bidang pawongan, di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali. PKM itu bekerja sama dengan rekannya, Putu Indra Christiawan, S.Pd.,M.Sc.
“Kedua mitra ini diberi pendidikan berupa sosialisasi mengenai urgensi penyusunan data kependudukan beserta manfaatnya, sekaligus diberikan pelatihan mengenai cara-cara menyusun data kependudukan yang akuntabel dan disajikan dalam bentuk infografis yang praktis dan mudah dipahami,” katanya.
Ia mengatakan, kegiatan itu didasari oleh keberadaan data kependudukan pada kedua mitra yang belum menggambarkan keadaan mutakhir, dan datanya hanya tersimpan dalam program Microsoft Excel dalam bentuk tabel yang berisi angka-angka yang rumit.
“Terlebih pada tingkat desa, data terbaru yang dimiliki adalah data 2003, sampai sekarang tidak pernah diperbaharui. Tidak mutakhir dan rapinya data yang dimiliki berimbas pada penerapan program kependudukan yang tidak terarah,” katanya.
Untuk itu, tim PKM Undiksha memberikan sebuah solusi untuk menata dan merapikan data penduduk yang dimiliki dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan aparatur desa dan banjar memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengelola data kependudukan di wilayahnya,” katanya. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.