Art Jakarta Makin Gairahkan Kesenian di Indonesia

Editor: Makmun Hidayat

285

JAKARTA — Sebuah pagelaran kesenian pertama terbesar di Indonesia, Art Jakarta, yang kini memasuki usia ke-10, semakin mewarnai perkembangan dunia kesenian di Indonesia.

Dalam pagelaran kesenian yang ke-10, Art Jakarta yang dulu bernama Bazar Art Jakarta, awalnya hanya ditujukan untuk para kolektor lukisan dengan lebih menekankan seniman dalam negeri. Tetapi sekarang berkembang lebih besar, banyak melibatkan seniman dalam negeri dan luar negeri. Art Jakarta akan digelar untuk umum, mulai dari 3 Agustus sampai 5 Agustus 2018.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) saat mengawali sambutannya dalam membuka pameran Art Jakarta di Pacific Place, SCBD, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis malam (2/8/2018), menyampaikan selamat ulang tahun ke-10 atas penyelenggaraan Art Jakarta.

Lelaki kelahiran Bandung, 28 November 1958 itu membeberkan bahwa penyelengaraan Art Jakarta sepuluh tahun ini sangat luar biasa.

“Art Jakarta harus selalu diselenggarakan setiap tahun, jangan tidak diselenggarakan karena antusiasme publik sudah semakin tinggi, seperti Java Jazz yang pergelarannya, saya akui semakin baik,” sebut mantan personel grup musik Giant Step yang beraliran progressive rock asal kota Bandung pada tahun 1970-an ini.

Menurut Triawan, Jakarta sebentar lagi akan menghadapi sebuah event olahraga akbar se-Asia, yaitu Asian Games. “Asian Games merupakan sebuah event yang harusnya menjadi pembelajaran kita, karena kita masih miskin pengalaman dalam penyelenggarakan event-event kelas dunia,” papar ayah artis penyanyi Sherina Munaf.

Triawan memberi apresiasi pada panitia Asian Games yang luar biasa dalam persiapan yang termasuk sangat mepet. “Mudah-mudahan penyelenggaraan Asian Games nanti akan memberikan penambahan wawasan teknologi yang dibutuhkan untuk menggelar event yang sangat besar,” harapnya.

Triawan juga mengajak masyarakat, terutama para tamu undangan yang hadir dalam pembukaan Art Jakarta, untuk bersam-sama mendukung Asian Games. “Karena ada seninya di Asian Games, yaitu acara opening dan closing-nya adalah pertunjukan kesenian yang sangat besar,” ungkapnya.

Dengan tidak mengecilkan event Art Jakarta, Triawan memaparkan ada angka-angka yang harus ia sampaikan dari para peserta Art Jakarta, yaitu begitu banyaknya seniman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang mengisi Art Jakarta.

“Yang paling berperan dalam hal menyeleksi adalah peran kurator, yakni Pak Enin Supriyanto, Mas Totot, Mas Asmuja dan Mas Irawan Karseno yang telah bekerja keras menerapkan standar yang tinggi untuk memilih karya-karya yang dipamerkan dalam Art Jakarta ini,” terangnya.

Triawan menyebut ada 46 galeri, termasuk 10 di antaranya adalah galeri dari luar negeri. “Penting sekali mendatangkan galeri-galeri dari luar negeri karena karya-karya mereka sangat luar biasa,” ujarnya.

Triawan juga menyebut ada sekitar 200 lebih seniman, dan karena ini penyelenggaraan yang ke-10 jadi ada 10 to 10 sebuah pameran. “Dalam Art Jakarta ini ada 10 instansi yang memberikan makna lebih dari penyeleggaran Art Jakarta yang ke-10 ini,” tuturnya.

Bekraf pada saat ini sedang terus berjuang keras, kata Triawan,  juga mengharapkan mudah-mudahan di tahun depan Bekraf tetap ada, agar terus mendukung berbagai acara kesenian.

“Semoga Bekraf tetap ada, walaupun nanti ada pemimpin baru yang muda-muda, tapi saya tetap yakin dan optimis perkembangan dunia kesenian akan terus berkembang,” tegasnya.

Dia mengaku ada kemajuan luar biasa di semua sektor, sehingga pertumbuhan ini menyumbangkan 1000 triliun rupiah kepada PDB nasional yang terus melesat. “Selamat pada Art Jakarta, semoga ke depan penyelenggaraannya akan semakin bergairah untuk terus menumbuhkembangkan kesenian di Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...