ASDP Mulai Berlakukan Pembayaran Non Tunai

Editor: Mahadeva WS

188

LAMPUNG – Kebijakan pembayaran cashless atau non tunai diterapkan oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry. Hal tersebut menjadi salah satu upaya lembaga tersebut mengikuti perkembangan trend masyarakat.

Anton Murdianto, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Anton Murdianto menyebut, sistem pembelian tiket di pelabuhan penyeberangan menyesuaikan tren Cashless society.  Saat ini masyarakat dalam bertransaksi, tidak lagi menggunakan uang tunai. Tetapi sudah menggunakan kartu, baik kartu debit, kredit maupun cash card.

Sosialisasi sistem uang elektronik sudah dilakukan oleh ASDP pusat hingga ke sejumlah cabang. Transaksi elektronik di Pelabuhan ASDP Indonesia Ferry (Persero), disebut Anton Murdianto, diberlakukan di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.

Penggunaan uang elektronik tersebut untuk mendukung program pemerintah, yaitu Gerakan Nasional Nontunai. “Sosialisasi terus kita lakukan untuk penggunaan uang elektronik sehingga pengguna jasa penyeberangan kapal tidak harus kesulitan mencari uang pas karena menggunakan uang cash saat membeli tiket,” ungkap Anton Murdianto saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (8/8/2018).

Penerapan sistem uang elektronik dilakukan dengan bekerjasama melibatkan sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara). Uang elektronik mulai diterapkan 15 Agustus 2018. Pemberlakuan tersebut sekaligus upaya mendukung pelaksanaan Asian Games XVIII di Jakarta dan Palembang, sekaligus peresmian penggunaan fasilitas dermaga VII Pelabuhan Bakauheni.

Uang elektronik bisa digunakan pengguna jasa penyeberangan, mulai dari penumpang pejalan kaki maupun kendaraan. Penumpang pejalan kaki yang sudah memiliki uang non tunai, bisa membayar dengan alat khusus di loket pembelian tiket. Isi ulang uang elektronik, bisa dilakukan di sejumlah bank yang digunakan oleh pengguna jasa.

Sehingga saat menyeberang dengan kapal, saldo akan dikurangi sesuai dengan tarif yang berlaku. “Bagi penumpang pejalan kaki pastinya saldo akan dikurangi sesuai tarif demikian juga kendaraan roda empat, khusus untuk kendaraan E-toll juga bisa digunakan untuk biaya penyeberangan,” beber Anton Murdianto.

Bagi penumpang pejalan kaki yang sudah memanfaatkan uang elektronik, akan disediakan fasilitas khusus. Pasalnya penumpang pejalan kaki tidak terkoneksi dengan fasilitas gangway (jalan khusus pejalan kaki) seperti di dermaga I, II dan III. Fasilitas Shuttle Bus untuk mengangkut penumpang dari loket pembelian tiket ke dermaga VII Pelabuhan Bakauheni sehingga penumpang tidak perlu berjalan kaki.

Warsa, Kepala DPC Gapasdap Bakauheni Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Warsa, Kepala Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC Gapasdap) Bakauheni, saat dikonfirmasi Cendana News menyebut, mendukung penggunaan uang elektronik. Hal tersebut dinilainya, sudah selayaknya diberlakukan, untuk mengikuti perkembangan zaman.

Bagi 17 perusahaan pelayaran, atau operator penyeberangan, Warsa memastikan uang elektronik justru menguntungkan. Perputaran uang elektronik yang tersistem, sangat menguntungkan perusahaan pelayaran. Perputasan uang menjadi bisa langsung dipantau kantor pusat, berbeda dengan ketika masih menggunakan uang tunai.

Peredaran uang tunai dalam jasa penyeberangan disebutnya juga bisa diminimalisir. “Potensi penyelewengan juga akan bisa diminimalisir karena data yang masuk ke kantor pusat bisa realtime sesuai dengan jumlah penumpang, kendaraan masuk ke kapal,” beber Warsa.

Penggunaan uang elektronik, menjadi salah satu kemajuan di sistem pembayaran dalam jasa penyeberangan. Sistem tersebut, akan membantu perusahaan memantau produksi muatan kapal, dengan jumlah uang masuk, bisa langsung diakses dari sistem penjualan tiket di ASDP. Meski masih terus disosialisasikan, Warsa memastikan, perusahaan pelayaran yang tergabung di dalam DPC Gapasdap Bakauheni, juga akan terus melakukan pembenahan dan inovasi. Inovasi tersebut, dilakukan dengan memberikan layanan khusus, dan diskon di atas kapal bagi pengguna jasa untuk menarik pemakaian uang elektronik.

Meski terbilang baru dalam jasa penyeberangan, penggunaan uang elektronik sudah cukup umum digunakan di masyarakat, sehingga akan lebih mudah diterapkan. Ia juga berharap bank terkait, bisa menambah fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk isi ulang uang elektronik bagi pengguna jasa penyeberangan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.