Atlet Asal Sumbar Sumbangkan Perunggu di Asian Games

Editor: Makmun Hidayat

235
Dwi Rahayu Fitri, atlet asal Sumbar yang turut bergabung bersama kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 meraih medali perunggu pada cabor soft tenis - Foto: Dok. KONI Sumbar

PADANG — Kabar membanggakan kembali datang dari pesta olahraga Asian Games 2018. Dua orang atlet asal Sumatera Barat yang bertarung di dua cabang olahraga itu, turut menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat, Syaiful, mengatakan dua atlet itu ialah Dwi Rahayu Fitri meraih medali perunggu dari nomor perorangan putri cabor soft tenis, dan Syamsul Akmal mendulang perunggu dari nomor beregu putra cabor sepak takraw.

“Asian Games 2018 adalah ajang kejuaraan yang berkelas, dan suatu kebanggaan atlet binaan KONI Sumatera Barat turut mengibarkan bendera Merah Putih di Palembang, dan menyumbangkan sejumlah medali untuk Indonesia,” katanya, Jumat (31/8/2018).

Menurutnya, prestasi yang diukir oleh dua atlet asal Sumatera Barat yang bergabung dengan kontingen Indonesia ini, bisa memberikan cambukan motivasi bagi atlet di Sumatera Barat lainnya, untuk bisa mencantumkan namanya di papan atlet berprestasi di Indonesia.

Untuk itu, atas hasil yang diraih oleh dua atlet itu, KONI Sumatera Barat akan memberikan reward tahunan kepada Syamsul Akmal dan Dwi Rahayu Fitri pada akhir tahun nanti. Reward itu akan diberikan bersamaan dengan memberikan bonus kepada atlet binaan KONI yang berhasil meraih prestasi.

Ketua KONI Provinsi Sumatera Barat, Syaiful – Foto: M. Noli Hendra

Padan kesempatan ini, Syaiful menyampaikan kepada atlet Sumatera Barat lainnya yang belum berhasil menyumbangkan medali di Asian Games kali ini, supaya tidak merasa telah gagal memberikan yang terbaik, tetapi harus menanamkan jiwa semangat untuk Indonesia, karena masih banyak lagi kedepannya kejuaraan olahraga yang akan diikutsertakan.

“Selanjutnya akan ada PON 2020. Setelah Asian Games 2018 ini, bagi yang belum meraih prestasi, jadikan Asian Games sebagai pemacu semangat untuk PON 2020. Karena rasa semangat adalah hal utama untuk meraih kemanangan. Untuk itu, jangan patah arang,” tegasnya.

Menurutnya, sejauh ini atlet yang tampil di Asian Games 2018 telah memberikan yang terbaik bagi Indonesia maupun masyarakat di Sumatera Barat. Atas prestasi yang telah diperoleh oleh para atlet pada Asian Games ini, para atlet tersebut akan terdatat dalam sejarah olahraga Tanah Air, karena pernah membela Merah Putih di Asian Games.

Sedangkan untuk reward atlet atau bonus, melihat pada tahun lalu, besaran bonus untuk atlet binaan yang bertarung di level kejuaraan nasional, bagi yang meraih medali emas memperoleh Rp 15 juta, perah Rp 10 juta, dan perunggu Rp 5 juta.

Namun khusus untuk atlet peraih medali di Asian Games akan memiliki besaran bonus yang berbeda, dengan atlet peraih medali di ajang kejuaraan nasional. Hal ini dikarenakan level pertandingannya berbeda jauh antara kejurnas dan Asian Games.

“Berapa jumlah bonusnya sedang kita bahas. Tapi kita inginkan pada akhir tahun nanti bonus atlet sudah bisa diberikan,” jelasnya.

Syaiful berkata, prestasi yang diraih oleh Dwi Rahayu Pitri melebihi dari target yang ditetapkan oleh Dwi. Karena Dwi mengaku jika dirinya menargetkan untuk meraih tempat di semifinal.

“Kata Dwi, lawannya di semifinal yaitu Cheng Chuling adalah atlet soft tenis yang berbakat. Bahkan, katanya berhadapan langsung dengan lawannya itu, sebuah beban yang cukup berat. Tapi atas prestasi ini, bagi KONI sudah capaian yang luar biasa,” sebutnya.

Sedangkan untuk medali perunggu yang diraih Indonesia khusus untuk cabor sepak takraw perunggu dari nomor beregu putra ini, berawal dari menelan kekelahan dari tim sepak takraw Malaysia. Selain Akmal Syamsul, juga teman satu tim nya yakni Muliang Muhammad, dan Nofrizal. Indonesia harus mengakui pasangan Malaysia yakni Salehan Mohd, Abd Razak, dan Abd Norhaffizi dengan kedudukan 17-21 dan 13-21. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.