Ayu dan Ni Made Rebut Emas Ganda Putri Pencak Silat

Editor: Mahadeva WS

308

JAKARTA – Pasangan atlet pencak silat Indonesia, Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti, sukses mendulang medali emas kategori ganda putri pencak silat final Asian Games 2018.

Pada laga di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/8/2018), Ayu dan Ni Made sukses menorehkan poin 574. Jumlah tersebut mengalahkan pasangan ganda putri Thailand, Chantamuu Saowance dan Oraya Choosuwan yang hanya meraih poin 564, dan menempati peringkat kedua.

Peringkat ke tiga ada pasangan Malaysia, Nur Hanizah Hasan dan Motlaya Vongphakdy dengan 558 poin. “Medali emas ini hadiah untuk anak kami, keluarga, dan masyarakat serta bukti kami bakti pada negara,” kata Ni Made ditemui usai pertandingan.

Ayu dan Ni Made bersyukur, mendapatkan dukungan masyarakat Indonesia yang sangat luar biasa. Kebanggaan yang mereka rasakan, selain sebagai tuan rumah keduanya juga bisa persembahkan medali emas untuk Indonesia. “Suatu kebanggaan bagi kami, dan terimakasih dukungannya untuk masyarakat Indonesia serta perguruan silat kami. Terima kasih doa dan dukungan hingga kami meraih prestasi. Ini kabar gembira untuk kalian semua,” tandas Ayu dan Ni Made serempak.

Mengenai bonus uang yang diperoleh, keduanya kompak menjawab untuk masa depan anak. Sebagian akan disumbangkan untuk masyarakat Lombok yang terkena bencana alam. Ayu dan Made telah menjadi pasangan pencak silat sejak 2005. Berbagai prestasi kejuaraan dunia pernah diraih, seperti medali emas Sea Games 2011. Keduanya kompak memutuskan pensiun di 2013 karena alasan menikah, dan hamil. Momen tersebut dimanfaatkan penuh untuk mengurus buah hati, fokus mengurus keluarga.

Namun siapa sangka, pasangan tersebut dipanggil pengurus Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk seleksi persiapan Asian Games 2018.  “Kami juga nggak nyangka dipanggil lagi untuk pelatnas. Ya, kami datang seleksi dan lolos. Inilah hasilnya medali emas,” ujar Ni Made.

Meskipun sudah lama tak berpasangan saat bertanding, keduanya tidak merasa kikuk untuk kompak mengharnonisasikan gerakan seni pencak silat. Menurut Ni Made, strateginya adalah optimis dan disiplin, serta yakin pasti bisa.

Terkait pertandingan yang sempat diwarnai insiden ketika gong dipukul duluan, padahal belum seharusnya pertandingan berhenti. Ayu dan Ni Made merasa kaget kenapa gong dipukul. Tapi, keduanya yakin bahwa laga mereka memang belum selesai. “Kami heran gong dipukul, tapi kami tetap lanjut dan yakin bahwa memang belum selesai, serta berdoa dalam hati semoga diberi kelancaran. Jika saat tadi itu, kami berhenti ditengah-tengah, habis kami,” pungkas Ayu.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.