Bahas Transportasi, Empat Negara Berkumpul di Balikpapan

Editor: Mahadeva WS

156

BALIKPAPAN – Pembangunan infrastruktur transportasi, menjadi salah satu topik utama di Forum BIMP–Eaga, yang digelar di Balikpapan. Forum tersebut diikuti perwakilan dari empat negara ASEAN, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Philipina.

Tercatat  forum tersebut, menjadi forum tahunan yang telah dilaksanakan enam kali. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menyebut, mendukung upaya pembangunan transportasi. Hal itu menjadi prioritas pemerintah pusat, dan pembangunan infrstruktur transportasi di Kaltim juga menjadi prioritas. “Pemerintah pusat juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur transportasi di Kaltim seperti proyek jalan tol dan jalur perkeretaapian,” terang Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional, Agus Prihatin Saptono, Rabu (29/8/2018).

Agus menyebut, Indonesia akan memanfaatkan forum BIMP – EAGA, khususnya di sektor hubungan transportasi internasional. Di dalam setiap pertemuan tahunan tersebut dicatatnya, terjadi kemajuan yang signifikan dalam kesepakatan bersama. “Peningkatan konektivitas di wilayah BIMP – EAGA, akan memacu pertumbuhan ekonomi. Indonesia berkomitmen untuk terus membangun bidang transportasi dan mendorong negara-negara kawasan untuk bekerja sama,” paparnya.

Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak berharap, Brunei Darussalam kembali membuka jalur penerbangan ke Kaltim. Termasuk juga penerbangan dari berbagai negara bagian Malaysia seperti Sabah, Kinabalu dan Kuching. “Alhamdulillah, Kaltim telah memiliki infrastruktur transportasi yang memadai, baik jalur udara, laut maupun jalur darat,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Awang Faroek juga menginginkan, tidak ada polemik pengelolaan Bandara APT Pranoto di kota Samarinda. Pengelolaan saat ini sudah diserahkan kepada PT Angkasa Pura 1 (Persero). “Persaingan Bandara Sepinggan di Balikpapan, dengan Bandara APT Pranoto tidak perlu dikhawatirkan. Nanti akan dibikin jaringan penerbangan Samarinda – Palu, Samarinda – Ujungpandang, Samarinda – Mamuju dan jalur-jalur lainnya,” sebut Awang Faroek.

Pembukaan jaringan atau jalur penerbangan itu, dibutuhkan agar bisnis kedua bandara di Kaltim tidak merugi. “Sehingga kami juga undang pengelola maskapai mulai dari Garuda, Lion Air, Sriwijaya Air dan maskapai penerbangan luar negeri,” pungkasnya.

Lihat juga...