Bali Gemakan Diversifikasi Pangan

Editor: Mahadeva WS

146

DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali, berupaya terus menggemakan gerakan diversifikasi pangan. Masyarakat diminta tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok.

Masyarakat didorong untuk mengkonsumsi bahan pangan lain sebagai pengganti nasi dan terigu untuk menjadi bahan makanan pokok, seperti jagung, ketela dan umbi umbian. “Ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan mendukung program mandiri pangan, sehingga mampu mewujudkan daerah dengan penganekaragaman konsumsi pangan,” ucap Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, Ida Bagus Subhiksu, usai menghadiri Gerakan diversifikasi pangan, dan lomba cipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman, Kamis (30/8/2018).

Lomba cipta menu B2SA, berbasis sumber pangan lokal tersebut bertujuan, meningkatkan pengetahuan masyarakat pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman. Kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penerapan pola makan.

Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kreativitas, menciptakan menu yang beragam, bergizi, seimbang dan aman. “Sehingga nantinya bisa terwujud budaya pola konsumsi hidup yang sehat, aktif dan produktif, dengan demikian gerakan diversifikasi pangan akan mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk mengkonsumsi pangan lokal yang bergizi menuju Bali yang mandiri pangan, pungkasnya,” tutur Subhiksu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana mengatakan, lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang, dan aman, dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya konsumsi pangan yang aman. “Dalam Undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan diamanatkan, setiap warga negara berhak untuk memperoleh makanan  dalam jumlah yang cukup untuk pemenuhan kebutuhan pangan khususnya beras,” pungkasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk