Balikpapan Berharap Raih ‘Nirwasita Tantra 2018’

Editor: Koko Triarko

237
BALIKPAPAN – Proses penilaian penghargaan Nirwasita Tantra 2018, telah dilakukan, dan Kota Balikpapan telah berhasil melalui proses penilaian dokumen utama pada Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIPKLHD), yang dikirimkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) dan wawancara tahap akhir. 
Nirwasita Tantra merupakan penghargaan dari Pemerintah kepada Kepala Daerah yang berhasil melakukan pengelolaan lingkungan hidup, dengan komitmen untuk memperbaiki kualitas Llngkungan hidup, merumuskan kebijakan yang berorientasi pada lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, -Foto: Ferry Cahyanti
“Dari 217 daerah yang berpartisipasi, baik Pemerintah Provinsi/ Kabupaten/ Kota, sebanyak 70 daerah masuk tahap penilaian dokumen utama, selanjutnya terseleksi 30 daerah yang masuk wawancara tahap akhir di hadapan Tim Panel Penilai,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Suryanto, Jumat (24/8/2018).
Menurut Suryanto, dalam penilaian proses pemaparan tahap akhir dilakukan oleh Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, didampingi OPD teknis yang menangani isu prioritas lingkungan hidup pada 2017.
Dalam pemaparan tersebut, Wali Kota menyampaikan tindak lanjut isu prioritas lingkungan hidup daerah 2016, dan isu prioritas lingkungan hidup daerah 2017.
“Untuk tindak lanjut isu prioritas 2016, kita memaparkan upaya yang dilakukan oleh Pemkot Balikpapan dalam menindaklanjuti isu keterbatasan air baku, penanganan banjir, dan degradasi wilayah pesisir timur Balikpapan,” ujarnya.
Ada pun isu prioritas lingkungan hidup daerah 2017, telah ditetapkan berdasarkan hasil focus group discussion (FGD), yang dilakukan oleh DLH pada tahun ini, dengan melibatkan stakeholders, seperti Organisasi Perangkat Daerah terkait, LSM, akademisi, dan pemerhati lingkungan.
“Dari FGD itu ditetapkan tiga isu, yaitu timbulan sampah di pesisir dan laut, tanah longsor, dan tercemarnya air permukaan,” lanjutnya.
Pembahasan isu prioritas lingkungan, kata Suryanto, dilaksanakan berdasarkan tekanan (pressure), status (state), dan tanggapan (response) terhadap isu yang telah terjadi.
Berdasarkan isu yang ditetapkan tersebut, kepala daerah membuat respon, inovasi, dan kebijakan yang ke seluruhannya terurai dalam DIPKLHD Kota Balikpapan 2017.
“Yang dilakukan saat ini adalah menunggu hasil akhirnya. Harapannya Balikpapan miliki peluang untuk meraihnya,” harap Suryanto.
Balikpapan telah meraih peringkat kedua penghargaan ini pada 2017 untuk kategori kota.
Baca Juga
Lihat juga...