Bea Cukai Jatim Musnahkan Barang Hasil Penindakan

Editor: Satmoko Budi Santoso

1.001

MALANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II, melakukan pemusnahan barang hasil penindakan Kantor Bea Cukai Malang, Probolinggo dan Jember, selama periode 2017-2018.

Barang yang telah disetujui untuk dimusnahkan di antaranya 93.191 keping pita cukai, 4.785.508 batang rokok yang dijual dan dikirim tanpa pita cukai, 387 liter minuman beralkohol serta 4.203.000 gram tembakau iris yang diangkut tanpa dokumen.

Direktur Jenderal Bea Dan Cukai, Heru Pambudi, menjelaskan, pemusnahan barang hasil penindakan sengaja dilakukan sebagai pesan dan pelajaran bagi produsen barang ilegal agar tidak lagi memproduksi barang ilegal terutama rokok ilegal, sekaligus melindungi produsen produk legal.

Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi (tengah) – Foto Agus Nurchaliq

“Karena tugas kami melindungi yang legal dan memberantas yang ilegal,” ujarnya usai memimpin pemusnahan barang ilegal di Malang, Jumat (3/8/2018).

Lebih lanjut, Heru menyampaikan, dengan dilakukan penindakan tersebut turut mencegah peredaran empat juta batang rokok ilegal dengan potensi kerugian Rp. 2.267.575.885.

Menurutnya, dengan sering dilakukan penindakan oleh pihak Bea Cukai, berdasarkan hasil survei cukai rokok ilegal yang dilakukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada, diketahui bahwa terjadi penurunan peredaran rokok ilegal secara signifikan dari tahun 2016 hingga 2018.

“Tingkat peredaran rokok ilegal di tahun 2016 mencapai angka 12,14 persen, dan mengalami penurunan secara signifikan di tahun 2018 menjadi 7,04 persen,” ungkapnya.

Dikatakan Heru, menurunnya tingkat peredaran rokok ilegal merupakan hasil kerja keras bersama dari berbagai instansi terkait mulai dari pihak Bea Cukai, Kepolisian, Tentara, Kejaksaan dan pemerintah daerah.

Sementara itu, disebutkan pula, pada tanggal 24 Mei 2018 yang lalu Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan izin kegiatan produksi rokok yang dilakukan Pabrik Rokok Megah Arta Jaya yang berlokasi di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

“Pabrik tersebut sebenarnya memang memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) Sigaret Kretek Tangan (SKT), namun pada kenyataannya justru memproduksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan menggunakan mesin ilegal,” ungkapnya.

Mesin yang digunakan dianggap ilegal karena sebelumnya mesin tersebut telah disegel dan diamankan oleh petugas Bea Cukai karena tidak memiliki izin produksi SKM.

“Tapi ternyata pelaku yang berinisial ZA (40) secara sembunyi-sembunyi pada saat malam hari tetap melakukan produksi. Sehingga langsung kami lakukan penyitaan dan penyidikan terhadap tersangka,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...