Bea Cukai Ngurah Rai Kembali Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Editor: Mahadeva WS

1.349

BADUNG – Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Bali berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis Methamphetamine yang dikirim dari Thailand. Modus penyelundupan, narkoba diselipkan di pegangan atau gagang puluhan tas wanita.

Dua tersangka diamankan dalam kejadian tersebut, masing-masing NUM (28), berjenis kelamin pria dan seorang wanita YF (25). Kedua tersangka berstatus pasangan suami istri yang menikah siri. Penindakan tersebut  dilakukan di Kargo Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Selasa (24/7/2018) lalu.

“Petugas mencurigai sebuah paket barang kiriman berisi 27 (dua puluh tujuh) tas wanita dengan nomor HAWB/CN : 4156971151 dan penerima atas nama LIA. Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam, di dalam lipatan setiap tas ditemukan kristal berwarna putih dengan berat bruto 971 gram, sebagai sediaan narkotika. Hasil uji pendahuluan dengan narcotest NIK dan Hasil Pengujian Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Tipe B Surabaya, kristal putih tersebut adalah sediaan narkotika jenis Methamphetamine HCL,” tutur Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali Syarif Hidayat Rabu, (1/8/2018).

Petugas Bea Cukai melakukan pengembangan melalui Controlled Delivery bersama Ditresnarkoba Polda Bali. Hasilnya, petugas melakukan penggeledahan ke tempat kos kedua tersangka di kawasan Denpasar. Dari penggeledahan ditemukan sebuah ransel berisi kristal berwarna putih yang juga diduga sediaan narkotika jenis Methamphetamine, 13 butir Inex dengan kode G1 s.d G8, total beratnya 53,79 gram.

Barang bukti dan tersangka saat ini diserahkan ke POLDA Bali untuk proses lebih lanjut. Atas perbuatannya, kedua tersangka, NUM dan YF dijerat dengan Pasal 102 huruf (e) Undang-undang No.17/2006 tentang Perubahan atas Undang-undang No.10/1995 tentang Kepabeanan j.o Pasal 113 ayat (2) Undang-undang No.35/2009 tentang Narkotika.

Tuntutan dari pasal tersebut, hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. Kemudian ada pidana denda paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar). “Saya mengapresiasi semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan narkotika ini. Modus penyelundupan semakin beragam, tetapi dengan koordinasi dan kerjasama yang baik kita pasti mampu melindungi masyarakat dari dampak negatif barang terlarang tersebut,” pungkas Syarif Hidayat.

Baca Juga
Lihat juga...