Bendungan Temef di NTT Mulai Dikerjakan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.384

KUPANG — Satu dari tujuh bendungan di provinsi NTT yang ditargetkan, mulai dikerjakan oleh BUMN PT.Waskita Karya selaku kontraktor pelaksana. Saat ini pekerjaan di lapangan sudah berjalan sekitar dua persen.

“Hingga saat ini sudah mencapai 2,04 persen dari rancana di Juni 2018 sebesar 1,0 persen sehingga mengalami kemajuan 0,1 persen dari target yang ditetapkan,” sebut Kepala Teknik PT Waskita Karya (persero), Agasi Yudha Bestolova, Rabu (1/8/2018).

Disebutkan, pekerjaan di lapangan yang sedang berlangsung dan masih dalam tahapan persiapan untuk mengerjakan bendungan utamanya. Pekerjaannya lebih kepada pengurukan tanah dan pembuatan saluran.

“Bendungan Temef hingga saat ini merupakan yang terbesar di NTT dengan memiliki panjang 550 meter dan tinggi 53 meter. Daya tampung 20 juta meter kubik air,” terangnya.

Meski ditargetkan selesai 2022, pihaknya telah bekonsultasi dengan dinas Pekerjaan Umum provinsi NTT dan Balai Wilayah Sungai NTT untuk tetap melakukan percepatan pembangunannya.

“Kita berupaya untuk melakukan percepatan dari target yang telah ditetapkan. 2018, dana yang digelontorkan untuk pembangunannya sebesar 35 miliar rupiah,” jelasnya.

costandji nait
Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang Costandji Nait. Foto : Ebed de Rosary

Sementara itu, Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang, Costandji Nait mengatakan, dalam pembangunan bendungan Temef memang mengalami perubahan desain terkait dengan daya tampung.

“Perubahan desain ada pada kapasitas atau daya tampung. Memang awalnya 77 juta kubik air, tapi sesuai desain terakhir kapasitasnya berubah menjadi 45 juta kubik air,” ucapnya.

Nait menjelaskan, bendungan Temef dibangun menggunakan dana APBN senilai Rp 1,3 triliun, termasuk biaya supervisi Rp 48 miliar. Luas genangan bendungan 428,35 hektar, tampungan total sebesar 45,78 juta kubik air.

“Debit inflow 1.264,78 meter kubik per detik, debit outflow 1.122,51 meter kubik per detik, dan tinggi berfog bendungan 53 meter serta lebar puncak 12 meter. Proyek itu dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya (Persero) dalam bentuk kontrak kerja sama operasi,” ungkapnya.

Kontrak pengerjaan pembangunan bendungan Temef, tambah Nait, telah dilaksanakan pada Desember 2017 di Kementerian PUPR, Jakarta. Kontrak kerja sama operasi antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya (Persero) disepakati masing-masing senilai Rp 800 miliar dan Rp 500 miliar.

“Masa kontrak proyek bendungan ini dilaksanakan dengan multiyears selama enam tahun anggaran 2017 sampai 2022 di bawah pengawasan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS-NTII) Kupang,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...