Bentuk Pengadilan Baru, MA Kekurangan Hakim

Editor: Mahadeva WS

200
Ketua MA Hatta Ali – Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) kekurangan hakim. Kondisi tersebut terjadi di semua daerah, khususnya di daerah yang lembaga peradilan-nya baru dibentuk.

Ada 86 pengadilan baru di Indonesia yang pembentukannya, ekses dari pemekaran daerah di sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia. “Calon hakim Insya Allah, mudah-mudahan mendapat kuota lagi, karena menurut perhitungan MA, kita sudah sangat kekurangan hakim. Ini saja pembentukan 86 pengadilan baru di daerah, kita sangat bingung mau diambil hakimnya dari mana untuk mengisi kekosongan itu,” kata Ketua MA Hatta Ali, Rabu (29/8/2018).

Menurut Hatta, ada berapa Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama sudah meminta dispensasi untuk bersidang dengan hakim tunggal. Kondisi tersebut dikarenakan, secara teknis, jumlah hakim majelis tidak mencukupi. Ada pengadilan yang hanya punya tiga hakim, sehingga kalau yang satu atau dua hakim berhalangan, akhirnya tidak bisa bersidang.

Hatta menyebut, sudah mengajukan permintaan kepada Kemenpan, untuk memenuhi kuota hakim di MA. Di 2018, MA meminta formasi calon hakim sebanyak 1.593 hakim. Jumlah tersebut, untuk memenuhi kebutuhan hakim di sejumlah daerah. “Tahun ini kita mengajukan formasi calon hakim 1.593, untuk kebutuhan saat ini. Dan ini tentu masih kurang, makanya di 2019 nanti, kita minta penambahan 648 calon hakim,” tambahnya.

Hatta berharap, formasi kuota calon hakim yang diajukan kepada Kemenpan bisa diterima, sehingga kinerja pengadilan, khususnya pengadilan yang baru dibentuk tidak terganggu.

Baca Juga
Lihat juga...