Berkunjung ke Belanda, Pak Harto Dapat Hadiah Lukisan

Editor: Makmun Hidayat

135

JAKARTA — Sebuah karya seni bisa menjadi perekat hubungan diplomatik yang baik antarnegara. Lukisan ‘Perburuan Banteng 2’ karya Raden Saleh, misalnya, adalah hadiah dari Willem III Raja Belanda kepada Soeharto saat berkunjung ke Belanda untuk mempererat hubungan diplomatik Indonesia-Belanda.

Hal itu mengemuka pada Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia, yang berlangsung 2-31 Agustus 2018. Sebuah pameran yang digelar untuk ketiga kalinya dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73.

“Lukisan ‘Perburuan Banteng 2’ karya Raden Saleh ini dibuat tahun 1851 adalah satu dari lima lukisan tentang perburuan banteng,” kata Afic Sofie, volenteer Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia, kepada Cendana News, di Galeri Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka Timur No. 14, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Afic membeberkan bahwa lukisan ‘Perburuan Banteng 1’ itu di Museum Modern Art di Jerman, ‘Perburuan Banteng 2’ di Istana Yogyakarta, ‘Perburuan Banteng 3’ di Istana Tapak Siring Bali.

“Lukisan ‘Perburuan Banteng 4’ dilelang Perancis dan konon dibeli kolektor asal Indonesia, sedangkan lukisan ‘Perburuan Banteng 2’ tidak teridentifikasi keberadaannya sampai sekarang ini,” bebernya.

Menurut Afic, lukisan ‘Perburuan Banteng 2’ punya aliran romantisme dimana situasi perburuan bantengnya sangat dramatik dilihat mata hewan yang terbelalak dan mata pemburu yang tajam.

“Kemudian, genture-genture komposisi dalam lukisan ini bisa dibilang lebay dalam hal dramatis,” terangnya.

Lukisan ‘Perburuan Banteng 2’ karya Raden Saleh – Foto: Akhmad Sekhu

Afic menyampaikan ‘Perburuan Banteng 2’ sebenarnya dulu hadiah dari Raden Saleh untuk Willem III Raja Belanda karena waktu itu Raden Saleh akan pulang ke Jawa, setelah beberapa tahun tinggal di Belanda.

“Tahun 1970 Presiden Soeharto mengunjungi Belanda, kemudian lukisan ‘Perburuan Banteng 2’ dihadiahkan ke Presiden Soeharto sebagai hubungan diplomatik yang baik,” ungkapnya.

Uniknya, kata Afic, dalam lukisan ‘Perburuan Banteng 2 ini ada Raden Saleh-nya. “Bisa kita lihat orang yang menunggang kuda putih itu adalah Raden Saleh,” kata Afic sambil menunjuk ke lukisan, tepatnya pada sosok orang yang menunggang kuda putih.

Afic memuji Raden Saleh meski bertahun-tahun tinggal di Belanda, tapi ia tidak melupakan adat budaya Jawa-nya dilihat dari pemburu yang menunggang kudanya memakai batik. “Meskipun gaya lukisannya romantisme ala Barat, tapi Raden Saleh menjunjung tinggi adat budaya Jawa-nya,” ujarnya.

Menurut para pakar, lukisan ‘Perburuan Banteng 2’ menandakan sikap anti-kolonialis dari Raden Saleh.

“Ada juga yang bilang berupa perumpaaan dari sifat manusia yang berusaha mengusai makhluk lain dengan perburuan, tapi karena minimnya catatan Raden Saleh mengenai lukisan ini jadi teori-teori tersebut masih bersifat spekulatif jadi tidak bisa dipastikan dan belum tentu benar,” simpulnya.

Dalam Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia, hanya lukisan ‘Perburuan Banteng 2’ yang berhubungan dengan Presiden Soeharto. “Sebagian besar koleksi lukisan dalam pameran ini berhubungan dengan Presiden Soekarno,” tegasnya.

Harapan Afic terhadap pameran ini, semoga masyarakat bisa mengapresiasi lukisan-lukisan Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang dipamerkan.

“Melalui karya seni ini, masyarakat bisa memahami bahwa Indonesia sangat kaya dengan budaya, dan melalui karya seni ini kita juga bisa mempelajari sejarah masa lalu mengenai hubungan diplomatik Indonesia dengan berbagai negara lainnya dan keberagaman adat budaya Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.