Biaya Sekolah Ikut Dorong Terjadinya Inflasi di Balikpapan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

262
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Pelaksanaan pendaftaran dan masuk sekolah yang berlangsung pada Juli memberikan andil inflasi di Balikpapan.

Inflasi Juli 2018 tercatat sebesar 1,03 persen (mtm), lebih rendah apabila dibandingkan pada bulan sebelumnya yang tercatat 1,30 persen (mtm).

Kendati lebih rendah dari bulan sebelumnya, namun lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi bulan Juli selama tiga tahun terakhir, sebesar 0,85 persen (mtm).

“Inflasi Juli 2018 lebih banyak didorong oleh kenaikan harga dari Kelompok Inti yang memberikan andil terbesar, yaitu 0,57 persen (mtm). Banyak disumbang oleh kenaikan harga mobil 0,50 persen, tarif pulsa ponsel 0,15 persen dan biaya sekolah 0,15 persen,” terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani, Rabu (1/8/2018).

Menurutnya, inflasi juga disebabkan oleh kenaikan harga pada kelompok Administered Price dengan andil sebesar 0,32 persen yang bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara 0,18 persen.

Di sisi lain, kelompok Volatile Foods menyumbang inflasi sebesar 0,14 persen yang berasal dari kenaikan harga tomat, sayur memberikan andil 0,16 persen, cabe rawit 0,03 persen dan telur ayam ras sebesar 0,03 persen.

Untuk mengendalikan inflasi hingga akhir tahun, Suharman menyebutkan, beberapa program dilakukan dengan akselerasi operasional kios penyeimbang, mendorong konsumsi untuk komoditas substitusi, menjajaki kerja sama antar daerah dengan daerah produsen/surplus. Melaksanakan gerakan stabilisasi harga pangan dan operasi pasar, dan mendorong pembentukan badan usaha daerah (Perusda) di bidang pangan, sebagai kepanjangan tangan Pemkot Balikpapan untuk menambah pasokan.

Kepala Badan Pusat Statistik Balikpapan, Nur Wahid juga membenarkan, inflasi pada Juli 2018 juga didorong pada pendidikan.

“Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga mengalami inflasi sebesar 2,22 persen dan memberikan andil sebesar 0,1458 persen,” ungkapnya.

Dikatakannya, subkelompok pendidikan dan subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan mengalami kenaikan indeks harga. Komoditi yang memberikan andil adalah sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, taman kanak-kanak, kelompok bermain.

“Inflasi di Kota Balikpapan tercatat menempati posisi tertinggi pada tingkat region Kalimantan. Setelah Balikpapan diikuti oleh Kota Tanjung dan Kota Singkawang. Sedangkan Kota Sampit, Kota Banjarmasin dan Kota Tarakan justru mengalami deflasi,” tambah Nur Wahid.

Sementara itu secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 4,15 persen (yoy) atau lebih tinggi dari nasional sebesar 3,18 persen (yoy) dan Kalimantan Timur sebesar 3,42 persen (yoy).

Baca Juga
Lihat juga...