Bimbingan Manasik Haji Bagi Lulusan SD, Diperlukan

Ilustrasi - Dok: CDN
MEKKAH – Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi, meminta pemerintah untuk serius menggarap bimbingan ibadah bagi jamaah calon haji Indonesia, karena banyak calon haji yang sukar memahami manasik haji.
“Setidaknya, ada 30 persen dari total jemaah kita itu hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar. Ini perlu diperhatikan pengelola KBIH,” kata Masduki, di Mekkah, Jumat (17/8/2018).
Menurut delegasi Amirul Hajj Indonesia itu, lulusan SD cenderung membutuhkan sentuhan khusus dalam bimbingan ibadah manasik haji. Dalam pengamatannya, dia mengatakan, masih ada calon haji yang belum memahami dengan baik manasik haji.
Ke depan, kata dia, pemerintah harus benar-benar memperhatikan hal itu. Bimbingan ibadah untuk lulusan SD sebaiknya diajarkan secara sederhana dan sesuai kemampuannya.
Kendati demikian, Masduki memberi apresiasi pada pemerintah yang berupaya memperkuat layanan pengajaran manasik haji bagi JCH Indonesia. Hal itu nampak dari yang telah dilakukannya Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bagian Bimbingan Ibadah (Bimbad) dan Konsultan Ibadah, dengan menyasar JCH.
Hanya saja, Bimbad bagi JCH, khususnya lulusan SD ke bawah, perlu perhatian yang lebih intensif lagi. “Kami bersama Amirul Hajj menemui jemaah dan ada bimbingan intensif bagi jemaah lulusan SD. Mereka antusias senang,” kata dia.
Bimbingan ibadah manasik haji memang sangat diperlukan, terlebih bagi mereka yang hanya mengenyam pendidikan SD dan sudah berusia lanjut. Pada dasarnya, mereka memiliki pemandu saat menunaikan ibadah umrah wajib haji tamattu’ di Masjidil Haram.
Tetapi, saat calon haji tersesat karena terpisah dari pemandu dan ditolong petugas, mereka mengaku sudah melakukan seluruh rangkaian umrah wajib, padahal belum. Diketahui, mereka tidak mengerti jika tawaf dan sai untuk umrah wajib mereka belum sempurna.
Kasus-kasus demikian tidak selalu karena faktor jenjang pendidikan yang dienyam jemaah, tapi juga kadang karena faktor usia, kebugaran dan lainnya.
Meski begitu, jika petugas haji menemukan mereka belum sempurna dalam melakukan umrah wajib, biasanya mereka dibantu untuk menyelesaikan ibadahnya, baru diantar ke rombongannya. (Ant)
Lihat juga...