BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Ekstrim

Editor: Mahadeva WS

141

LAMPUNG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Lampung mengimbau, masyarakat mewaspadai kondisi perairan di Barat Lampung. Kondisi cuaca di kawasan tersebut, dalam beberapa hari kedepan sangat tidak menentu.

Sugiyono, Kepala BMKG Stasiun Maritim Lampung [Foto: Henk Widi]
Sugiyono, Kepala BMKG Stasiun Maritim Lampung menyebut, kondisi cuaca wilayah perairan sedang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir. Masyarakat dalam hal ini nelayan, nahkoda kapal penyeberangan, kargo serta stakeholder terkait, dianjurkan untuk lebih waspada.

Di Selat Sunda, sesuai dengan kondisi terkini, kecepatan angin bisa mencapai 20 hingga 25 knots. Pada kondisi normal, kecepatan angin hanya berkisar 10 hingga 15 knots, sehingga kondisi saat ini bisa dikategorikan ekstrim dan perlu diwaspadai. Selain kecepatan angin, BMKG Maritim Lampung juga mencatat, tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 meter, pada jam-jam tertentu.

Kondisi gelombang tersebut, disebutnya masih dikategorikan aman, karena tidak terjadi terus menerus. Namun tetap perlu diwaspadai untuk pelayaran, meski tetap berjalan dengan normal. Selain itu Sugiyono menyebut, kondisi kabut di Selat Sunda belum terpengaruh. “Saat ini kabut yang ada di Selat Sunda tidak sepekat atau setebal saat musim pancaroba, sehingga tidak mengganggu jarak pandang, yang harus diwaspadai justru kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan,” terang Sugiyono saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (8/8/2018).

Untuk menambah informasi dan pelayanan bagi masyarakat, BMKG Stasiun Maritim Lampung mulai melakukan penambahan fasilitas pemantau cuaca di Bakauheni. Saat ini BMKG bekerjasama dengan stakeholder terkait telah memasang monitor informasi prakiraan cuaca di pelabuhan Bakauheni. Layar tersebut berisi tayangan prakiraan cuaca di wilayah perairan meliputi cuaca, arah angin, kecepatan angin dan ketinggian gelombang.

Wilayah yang dipantau diantaranya, Perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian Utara, Perairan timur Lampung. Selain prakiraan cuaca, layar monitor juga menampilkan kondisi kegempaan terkini di seluruh Indonesia. Keberadaan informasi cuaca tersebut diakuinya bisa membantu masyarakat yang memiliki aktivitas berhubungan dengan cuaca perairan khususnya pelabuhan penyeberangan.

Selain itu, dalam waktu dekat, BMKG Maritim Lampung akan memasang alat pemantau gelombang dan arus. Untuk upaya tersebut, telah dilakukan survei lokasi yang akan menjadi titik pemasangan alat. Alat dipasang di alur masuk, di dekat buoy yang ada di dekat pelabuhan Bakauheni. Alat tersebut terkoneksi dengan Ship Traffic Control (STC) serta displai cuaca. Ditargetkan akhir tahun ini alat tersebut sudah bisa digunakan sekaligus membantu stakeholder terkait.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.